Harga Minyak Mentah RI Makin Mendidih, Jadi US$ 117,62/Barel

Market - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
04 July 2022 12:20
FILE PHOTO: A pump jack operates in the Permian Basin oil production area near Wink, Texas U.S. August 22, 2018. Picture taken August 22, 2018. REUTERS/Nick Oxford/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juni 2022 ditetapkan naik menjadi US$ 117,62 per barel, dari yang sebelumnya Mei 2022 hanya US$ 109,61 per barel.

Penetapan harga ICP ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 75.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak mentah Indonesia Bulan Juni 2022, tanggal 1 Juli 2022.

Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, sebagaimana dikutip dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, antara lain kekhawatiran pelaku pasar minyak akibat ketidakpastian pasokan minyak mentah dunia lantaran ketidakmampuan OPEC+ untuk memenuhi target kuota produksi.


Selain itu, faktor lainnya adalah pengenaan sanksi kepada Rusia, penurunan produksi Libya, Ekuador dan Nigeria, serta produksi UAE dan Arab Saudi yang berdasarkan kuota produksi telah mendekati kapasitas produksi maksimum.

"Selain itu, produksi shale oil AS tidak menunjukkan peningkatan produksi yang berarti," terang laporan dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, yang diterima CNBC Indonesia, Senin (4/7/2022).

Faktor lainnya adalah terkait pasokan minyak mentah dunia di mana OPEC dalam laporan bulan Juni 2022 menurunkan surplus pasokan minyak mentah dunia sebesar 400 ribu BOPD menjadi 1 juta BOPD.

Terkait permintaan minyak mentah dunia yaitu peningkatan permintaan permintaan minyak mentah Eropa seiring turunnya pasokan gas alam, serta permintaan BBM dan bahan bakar jet mengalami peningkatan memasuki puncak summer driving season di AS dan Eropa.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh marjin kilang yang tinggi, memberikan insentif yang pasti bagi kilang untuk memaksimalkan tingkat produksi.

Untuk kawasan Asia Pasifik, selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah China untuk melonggarkan kebijakan pandemi dengan mengurangi masa isolasi bagi para pendatang dan mengijinkan pengoperasian kembali kilang-kilang independen.

"Faktor lainnya, peningkatan permintaan BBM dan bahan bakar jet seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan di India," sebagaimana dikutip dari exsum tersebut.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Juni 2022 dibandingkan Mei 2022 sebagai berikut:

- Dated Brent naik sebesar US$10,45 per barel dari US$ 113,25 per barel menjadi US$ 123,70 per barel.

- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 5,08 per barel dari US$ 109,26 per barel menjadi US$ 114,34 per barel.

- Brent (ICE) naik sebesar US$ 5,54 per barel dari US$ 111,96 per barel menjadi US$ 117,50 per barel.

- Basket OPEC naik sebesar US$ 3,96 per barel dari US$113,87 per barel menjadi US$ 117,83 per barel (sampai dengan tanggal 29 Juni 2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Khawatir Efek Perang Rusia, Harga Minyak Tembus USD 100/barel


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading