Usai May Day 2019, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 May 2019 08:27
Usai May Day 2019, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis ini (2/5/2019), dipengaruhi oleh beberapa sentimen usai hari libur May Day 2019 atau Hari Buruh Internasional.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan sentimen yang mendominasi perdagangan hari ini adalah rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) dari bank sentral AS, The Fed, yang rampung semalam.

Gubernur The Fed Jerome Powell sudah menekankan bahwa meskipun bank sentral mendapatkan tekanan untuk pemotongan tingkat suku bunga dari pasar dan dari Presiden AS Donald Trump, namun The Fed meyakini bahwa inflasi akan pulih dan ekonomi akan cukup kuat sekalipun tanpa bantuan dari bank sentral.


Di tengah besarnya gaung dari pelaku pasar dan Trump yang mendorong The Fed menurunkan tingkat suku bunga, The Fed tidak bergeming. The Fed meyakini bahwa sudah sangat jelas ekonomi Amerika masih bertumbuh, dan inflasi yang rendah hanya bersifat sementara.

Powell menilai saat ini sama sekali tidak ada bukti ekonomi sedang mengalami siklus overheating. Hal ini yang membuat The Fed menjaga tingkat suku bunganya untuk tidak berubah.


Selain itu, dia menilai inflasi yang berada di bawah 2% akan menjadi perhatian komite FOMC dan merupakan indikator yang diperhatikan ketika membuat kebijakan.

Bank sentral AS ini memutuskan menahan suku bunganya di kisaran 2,25%-2,5% dalam pertemuan penentuan kebijakan moneternya Selasa hingga Rabu waktu setempat.

Sentimen lain masih soal perang dagang, pemerintah AS di Gedung Putih menegaskan bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan dalam 2 minggu ke depan dengan pemerintah China.


Ini berarti tampaknya AS akan siap untuk meninggalkan negosiasi. Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney menyampaikan, negosiasi ini tidak akan berlangsung selamanya. "Pada titik tertentu, kami siap untuk berjalan pergi, hal ini dikarenakan proses tersebut tidak berjalan kemana mana," katanya dikutip Pilarmas.

Hal ini menunjukkan meskipun AS dan China kian dekat, tapi bukan berarti hal ini memberikan kepastian bahwa kesepakatan itu akan terjadi. Apapun bisa terjadi di pasar, sehingga kehati-hatian merupakan modal yang penting saat ini.

Dari dalam negeri, Artha Sekuritas menyebutkan bahwa pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia untuk bulan April 2019.

Adapun Panin Sekuritas menambahkan, di kuartal ini ada sentimen window dressing dan musim pembagian dividen sehingga masih terbuka peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan menuju resistance atau penahan atas di level 6.470.

Window dressing biasanya istilah yang mengacu pada strategi perusahaan atau manajeri nvestasi mempercantik portofolionya.

Untuk itu hari ini, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan range level penahan bawah alias support 6.440 dan resisten di level 6.480.
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading