MARKET DATA

Inflasi AS Rendah, The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga

Prima Wirayani,  CNBC Indonesia
02 May 2019 06:38
Inflasi AS Rendah, The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga
Foto: Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Jerome Powell
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga acuannya, Rabu (1/5/2019), di kisaran 2,25% dan 2,5% karena inflasi yang rendah tidak membebani perekonomian yang tengah tumbuh dengan kuat.

Keputusan itu sejalan dengan perkiraan pasar meskipun tampaknya mengecewakan Presiden Donald Trump yang pekan ini mendesak The Fed untuk memangkas suku bunganya hingga 1 poin persentase.


Trump pada Selasa menyebut rendahnya inflasi sebagai alasan penting bagi penurunan bunga acuan itu dan mengatakan pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih tinggi bila The Fed melonggarkan kebijakannya, dilansir dari CNBC International.

Namun, rapat penentuan kebijakan The Fed (FOMC) tetap memutuskan menahan bunga acuannya. Dalam pandangannya terkait kondisi perekonomian, bank sentral memberi sinyal bahwa pertumbuhan tetap kuat.

Pernyataannya pekan ini mengatakan kegiatan ekonomi tumbuh dalam laju yang solid sembari mencatat bahwa penambahan lapangan kerja juga solid dan angka pengangguran tetap rendah. Angka pengangguran AS adalah 3,8% dan berada di sekitar level terendahnya dalam 50 tahun terakhir.

Terkait inflasi, The Fed menyatakan angkanya tetap rendah dalam beberapa bulan terakhir.


"Dalam basis 12 bulan, inflasi secara keseluruhan dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi telah turun dan berada di bawah 2%," menurut pernyataan The Fed.

Keputusan itu diambil menyusul kinerja perekonomian AS yang lebih kuat dari perkiraan di kuartal pertama tahun ini. Produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam tumbuh 3,2%, jauh lebih kuat dari perkiraan pasar.

Saksikan video mengenai desakan Trump agar The Fed menurunkan suku bunga berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Donald Trump Mau Copot Bos The Fed, Ini Alasannya


Most Popular
Features