Tahan Suku Bunga, The Fed Lagi-lagi 'Lawan' Trump

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
02 May 2019 07:20
Sinyal dari Gubernur The Fed Jerome Powell bahkan mengandaskan harapan pasar akan adanya penurunan bunga acuan di akhir tahun ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve untuk menahan suku bunga acuannya, Rabu (1/5/2019), lagi-lagi menepis tekanan dari Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.

Sinyal dari Gubernur The Fed Jerome Powell bahkan mengandaskan harapan pasar akan adanya penurunan bunga acuan di akhir tahun ini.

Bank sentral AS memutuskan menahan suku bunganya di kisaran 2,25%-2,5% dalam pertemuan penentuan kebijakan moneternya Selasa hingga Rabu waktu setempat. Hal ini memang sesuai dengan perkiraan pasar namun satu pernyataan Powell membuat Wall Street mengalami aksi jual.


Para pelaku pasar telah berspekulasi bahwa lemahnya inflasi baru-baru ini akan mengganggu The Fed sehingga bank sentral akan memangkas suku bunganya akhir tahun ini.


Namun, Powell mengandaskan harapan itu. Ia menjelaskan bahwa bank sentral masih memandang lemahnya inflasi itu adalah hasil dari faktor-fakor yang bersifat "sementara".

"Kami memperkirakan faktor-faktor yang sifatnya sementara sedang mengambil peran," kata Powell dalam konferensi pers setelah pengumuman suku bunga acuan, dilansir dari CNBC International. Ia juga menambahkan bahwa inflasi akan kembali ke kisaran target The Fed dan akan tetap simetris dengan sasaran tersebut.

Target inflasi The Fed adalah 2% sementara inflasi inti AS tercatat hanya 1,6% di kuartal pertama.

Setelah pernyataan itu, pergerakan CME Fedwatch langsung berubah. Kini peluang The Fed mempertahankan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini mencapai 47,1%, lebih tinggi ketimbang turun 25 basis poin (bps) yang menjadi 38,8%.

Tahan Suku Bunga, The Fed Lagi-lagi 'Lawan' TrumpFoto: Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell (REUTERS/Al Drago)

Padahal, Trump pada Selasa telah berkicau di Twitter untuk mendesak The Fed memangkas suku bunganya hingga 100 bps. Dalam tweet tersebut, Trump membandingkan The Fed dengan bank sentral China dan mengatakan jika kebijakan moneter di AS lebih longgar, ekonominya akan "melesat seperti roket."

Sebelumnya, para pejabat Gedung Putih termasuk Trump dan penasihat ekonomi utama Larry Kudlow merekomendasikan Fed menurunkan suku bunga setengah poin. Namun, postingan teranyar ini secara terang-terangan meminta penurunan suku bunga acuan dalam jumlah besar.


"Federal Reserve kita telah tak henti-hentinya menaikkan suku bunga meskipun inflasi sangat rendah... Kita memiliki peluang untuk melesat seperti roket bila kita menurunkan suku bunga, sekitar satu poin (persentase) dan pelonggaran kuantitatif" tulis Trump.

"Ya, kita memang sudah mencatatkan kinerja yang sangat baik dengan (pertumbuhan) PDB 3,2%, namun dengan inflasi yang sangat rendah, kita dapat membuat rekor besar dan di saat yang sama, membuat Utang Negara kita mulai terlihat kecil!" tambahnya.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading