The Fed: Suku Bunga tak Akan Berubah Dalam Waktu Dekat

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
23 May 2019 07:20
Para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve tetap berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan moneter yang sabar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve tetap berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan moneter yang sabar sebagaimana terungkap dalam risalah pertemuan mereka awal bulan ini yang dirilis Rabu (22/5/2019).

Para central banker tersebut mengatakan suku bunga acuan sepertinya tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee pada 1-2 Mei lalu itu juga menunjukkan bahwa para anggota komite menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk sepanjang tahun ini. Mereka juga mengatakan kekhawtiran sebelumnya terkait perlambatan ekonomi mulai reda.


Meskipun bank sentral secara umum berpandangan optimistis, komite memutuskan menahan bunga acuannya utamanya dengan alasan kurangnya tekanan inflasi, dilansir dari CNBC International.


"Para anggota mengamati bahwa pendekatan yang sabar untuk menentukan penyesuaian target kisaran federal funds rate di masa depan sepertinya akan tetap sesuai selama beberapa waktu ini, terutama di lingkungan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan tidak adanya tekanan inflasi, bahkan jika ekonomi dan kondisi keuangan global terus membaik," bunyi risalah itu.

Selama beberapa pertemuan sebelumnya, para anggota komite telah menunjukkan kecemasan terkait melambatnya perekonomian global, negosiasi Brexit, dan perang dagang AS-China.

Namun, risalah dari pertemuan terakhir itu menunjukkan sikap yang lebih optimistis.

"Beberapa anggota mengamati bahwa beberapa risiko dan ketidakpastian yang membayangi proyeksi mereka di awal tahun telah berkurang, termasuk risiko yang terkait proyeksi pertumbuhan global, Brexit, dan negosiasi dagang," menurut notulen itu.

The Fed: Suku Bunga tak Akan Berubah Dalam Waktu DekatFoto: Ketua Dewan Federal Reserve AS Jerome Powell berpartisipasi dalam diskusi Economic Club di Washington, AS, 10 Januari 2019. REUTERS / Jim Young

"Dengan demikian, beberapa sumber ketidakpastian lainnya masih ada. Mempertimbangkan ekonomi global dan perkembangan keuangan begitu juga tiadanya tekanan inflasi, para peserta secara umum sepakat bahwa pendekatan yang sabar dalam menentukan penyesuaian kisaran target federal funds rate di masa depan masih sesuai," tegasnya.

Pertemuan itu berakhir tiga hari sebelum Presiden AS Donald Trump meluncurkan serangan baru terhadap China dengan menuduh Beijing mundur dari perjanjian yang hampir disepakati.

Gedung Putih kemudian menaikkan bea impor terhadap produk China pada 10 Mei yang dibalas Beijing tiga hari kemudian.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading