Jokowi Effect Masih Terasa Untuk Dolar Australia

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 April 2019 18:17
Jokowi Effect Masih Terasa Untuk Dolar Australia
Jakarta CNBC Indonesia - Rupiah sedang mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Jokowi Effect jilid II terlihat mulai memudar. Namun melawan dolar Australia efek kemenangan Jokowi versi Quick Count itu masih terasa. Mata uang garuda terpantau masih kuat lawan mata uang kanguru ini.

Kinerja dolar Australia sebenarnya juga sedang tidak bagus setelah rilis data yang menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran pada pekan lalu. Data tersebut mengkonfirmasi sikap dovish Bank Sentral Australia (RBA), yang membuka peluang penurunan suku bunga jika pasar tenaga kerja terus melemah.
 


Rupiah menguat tipis, sekitar 0,03% lawan dolar Australia ke kisaran Rp 10.039,0 setelah menguat 0,62% di pekan lalu.

Sepanjang April rupiah menguat sekitar 0,59%, sementara sejak awal tahun (year-to-date) rupiah mencatat penguatan 0,93%.


Berikut tabel pergerakan dolar Australia terhadap rupiah (AUD/IDR) sepanjang bulan April.



Melawan dolar Singapura, rupiah hari ini tak berdaya dan melemah 0,11% ke level Rp 10.371,52. Pada pekan lalu, Jokowi Effect jilid II membawa rupiah menguat 0,51%.



Sepanjang bulan April, mata uang garuda juga membukukan kinerja impresif lawan dolar Singapura, menguat 1,20%. Performa di April ini membuat rupiah menjadi +1,65% secara year-to-date.Berikut tabel pergerakan dolar Singapura terhadap rupiah (SGD/IDR) di bulan April.




TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading