Genjot Fee Income, BTN Akuisisi 30% Saham Anak PNM Rp 114 M

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
22 April 2019 10:40
Genjot Fee Income, BTN Akuisisi 30% Saham Anak PNM Rp 114 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengakuisisi 30% saham anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yakni PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM). Akuisisi ini dilakukan untuk memperluas cakupan bisnis utama BBTN yaitu pembiayaan perumahan.

"PNM IM menunjukan pertumbuhan yang baik. Untuk itu kami sudah lakukan due dilligence untuk berikan saham sementara kurang lebih 30% dan akan kita tingkatkan lagi,"  Direktur Utama Bank BTN, Maryono, dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat antara Bank BTN dengan PT Permodalan Nasional Mardani, Jakarta, Senin (22/4/2019) di Kementerian BUMN.


Proses akuisisi ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shared Purchase Agreement/CSPA). BBTN membeli 33.000 lembar saham atau setara 30% saham PNM dari PNMIM. Dari aksi pembelian ini, BTN mengeluarkan dana senilai Rp114,3 miliar.


Maryono menjelaskan dengan aksi korporasi ini, BTN bakal lebih leluasa menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang. Dengan opsi penghimpunan dana murah yang lebih luas, Maryono berharap dapat memberikan skema pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau.

"Sehingga pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa memiliki rumah yang murah dan terjangkau," tuturnya.

Maryono melanjutkan, perusahaan manajemen investasi baru ini ditargetkan akan meningkatkan pendapatan non-bunga (fee-based income) BBTN.

Melalui aksi ini Bank BTN berencana akan menjual berbagai produk investasi di antaranya reksadana, Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Efek Beragun Aset (EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE). Termasuk produk wealth management yang akan ditawarkan kepada para nasabah BTN Prioritas.

"Dengan digabungnya IM ini berpotensi akan tumbuh 100%-200%," ujar Maryono.

BTN akan menyampaikan rencana ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diharapkan transaksi tersebut rampung pada Juni 2019.

Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BTN 2019-2021, BBTN berencana mengincar beberapa perusahaan lain untuk dijadikan anak usaha. Di antaranya di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan.

Simak video cara BTN genjot kinerja keuangan 2019 di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading