Masih Pagi, Yen Masih Bertahan di Level Terlemah 2019

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 April 2019 10:12
Masih Pagi, Yen Masih Bertahan di Level Terlemah 2019 Foto: Mata Uang Yen. (REUTERS/Yuriko Nakao/Files)
Jakarta, CNBC IndonesiaMata uang yen Jepang melemah terhadap dolar AS pada pagi ini (17/4/2019), bahkan sudah berada di level terlemah 2019.

Dalam dua hari terakhir yen bergerak dalam rentang sempit, melihat pergerakan di awal perdagangan sesi Asia rentang pergerakan kemungkinan akan lebih lebar hari ini.

Pada pukul 8:00 WIB yen diperdagangkan di kisaran 112.11/US$, melemah (USD/JPY naik) dibandingkan penutupan perdagangan Selasaa (16/4/19) di level 112,04/US$.


Lebih pagi lagi, yen bahkan sempat menyentuh level 112,16/US$ yang melewati level terlemah 2019 sebelumnya di level 112,13/US$ yang dibentuk pada 5 Maret, melansir kuotasi MetaTrader 5.


Peningkatan risk appetite atau minat terhadap risiko pelaku pasar sekali lagi memukul yen pada pagi ini. Wall Street yang kembali menguat pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat (AS) bisa menjadi sentimen positif bagi bursa Asia pagi ini.

Penguatan bursa saham secara global menjadi indikasi peningkatan risk appetite yang menurunkan permintaan terhadap aset safe haven seperti yen. Tidak hanya yen, emas yang juga merupakan primadona di kala terjadi gejolak atau pelemahan bursa yang tajam, juga anjlok Selasa ke level terendah 2019 Selasa kemarin. Logam mulia ini kehilangan nilainya lebih dari 1%.

Tekanan bagi yen semakin bertambah setelah tingkat ekspor Jepang dilaporkan menurun lagi. Data dari Kementrian Keuangan Jepang menunjukkan tingkat ekspor di bulan Maret turun menjadi 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Maret, tingkat ekspor Negeri Matahari Terbit tersebut telah turun dalam empat bulan beruntun.

Penurunan tingkat ekspor tersebut tentunya akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Jepang di kuartal-I 2019, apalagi tingkat ekspor dilaporkan meningkat.

Rilis data hari ini sejalan dengan pandangan Bank of Japan (BOJ) akan pelambatan ekonomi akibat penurunan tingkat ekspor. Gubernut BOJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan masih ada ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga untuk stimulus moneter jika ekonomi Jepang terus memburuk.

Penurunan suku bunga tentunya akan berdampak negatif bagi mata uang, dan yen kemungkinan akan terus tertekan.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading