Dijual Sandiaga, Saratoga Siapkan Rp 110 M untuk Buyback

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
16 April 2019 15:25
Dijual Sandiaga, Saratoga Siapkan Rp 110 M untuk Buyback
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan akan membeli kembali (buyback) maksimal 20 juta unit saham yang beredar di publik dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 110 miliar.

Pembelian kembali (buyback) sekitar 0,737% saham perusahaan rencananya dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) yang akan dilangsungkan pada 22 Mei 2019 sampai dengan RUPS Tahunan selanjutnya yang akan diadakan paling lambta 30 Juni 2020.

Aksi ini dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan Program Insentif Jangka Panjang kepada karyawan SRTG. Lebih Lanjut, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan nilai/kinerja yang sesungguhnya, walaupun SRTG telah menunjukkan kinerja yang bagus.

Lebih lanjut, SRTG juga mengumumkan bahwa aksi buyback ini tidak akan memberikan dampak terhadap penurunan pendapatan perusahaan.


Sepanjang 2018, SRTG membukukan rugi bersih hingga Rp 6,19 triliun dari sebelumnya untung sebesar Rp 3,16 triliun di tahun 2017.

Momok kerugian perusahaan adalah kegagalan SRTG mencatatkan untung atas investasi pada efek ekuitas yang merupakan pemasukan utama perusahaan.

Tahun lalu, perusahaan yang juga dimilik calon wakil presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno ini, mencatat kerugian atas transaksi investasi pada efek ekuitas sebesar Rp 7,25 triliun. Mau tidak mau, total pendapatan perusahaan terpaksa tertekan dan harus rela mencatatkan rugi pendapatan Rp 6,03 triliun.

Ini berarti, untuk pertama kalinya setidaknya sejak tahun 2010, SRTG mencatatkan rugi pada pos total pendapatan.

Beberapa waktu lalu, Sandiaga mengurangi kepemiikan sahamnya di Saratoga Investama Sedaya. Penjualan saham SRTG pun mulai dilakukan mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini sejak awal Oktober 2018.

Ketika dikonfirmasi langsung pada Desember, dia mengakui bahwa penjualan repetitif ini dilakukan untuk membiayai kampanye dia dan pasangan calonnya untuk menduduki posisi orang nomor satu dan nomor dua di republik ini.

Berdasarkan data laporan kepemilikan saham SRTG sebelum dilakukannya penjualan Sandiaga masih menjadi salah satu pemegang saham dengan kepemilikan terbesar yakni sebanyak 754,11 juta saham atau setara dengan 27,79%.

Namun merujuk data kepemilikan saham SRTG per 31 Maret 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan Sandiaga di saham tersebut tersisa 605,36 juta saham atau setara dengan 22,31%.

Secara berturut-turut tercatat penjualan saham dilakukan sejak Oktober, November dan Desember. Terakhir, penjualan dilakukan bulan lalu sebanyak dua kali transaksi. Sehingga total penjualan telah dilakukan sebanyak 13 kali.

Dalam transaksi tersebut sebanyak 12 kali dilakukan di harga Rp 3.776/saham dengan jumlah 146,65 juta saham dan sisanya 2,10 juta saham dijual di harga Rp 3.802/saham. Sehingga total penjualan saham sudah dilakukan dengan nilai mencapai Rp 561,73 miliar.

Sandiaga digaet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pasangannya untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 pada Pilpres yang akan digelar pada 17 April nanti. (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading