Saratoga Masih Rugi Rp 6,2 T Sepanjang 2018

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2019 19:27
Saratoga Masih Rugi Rp 6,2 T Sepanjang 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) sepanjang tahun lalu masih mencatatkan rugi bersih senilai Rp 6,2 triliun.

Hal ini disebabkan oleh tekanan yang terjadi pada kinerja pasar saham di tahun lalu yang berdampak pada kinerja saham dari portofolio investasi perusahaan.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan meskipun fundamental perusahaan tetap kuat sepanjang tahun, terdapat faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga, melemahnya mata uang dan harga komoditas yang fluktuatif telah memberikan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berakibat negatif untuk kinerja harga saham dari portofolio investasi.


"Perusahaan menutup tahun 2018 dengan rugi bersih Rp 6,2 triliun. Kerugian itu belum direalisasi dan terutama didorong oleh pergerakan harga saham mark-to-market PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)," kata Michael dalam siaran persnya, Selasa (26/3/2019).




Menurut dia, nilai kerugian tersebut normal terjadi di pasar untuk melalui berbagai tahap volatilitas dan sebagai investor jangka panjang, kami tetap percaya diri pada prospek perusahaan investasi dan percaya bahwa harga saham pada akhirnya akan mampu menyamai fundamental perusahaan.

Meski demikian, di akhir Desember 2018 perusahaan membukukan pendapatan mencapai Rp 1,1 triliun. Pendapatan ini disumbang dari pembayaran dividen dari perusahaan investasi dan hasil divestasi. Untuk pendapatan dividen sebesar Rp 900 miliar yang diperoleh dari enam perusahaan investasi.

Tahun lalu perusahaan ini berinvestasi di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), perusahaan pemasok gas industri. Selain itu, Saratoga juga mulai merambah bisnis start-up melalui mitra investasi. Perusahaan percaya bahwa sektor teknologi memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan karena adanya disrupsi dalam cara hidup kita dan implikasi luas kepada masyarakat.

Pada 2018, Saratoga juga melepaskan kepemilikannya di Batu Hitam Perkasa, pemegang saham minoritas PT Paiton Energy. Strategi ini adalah bagian dari upaya untuk menyelesaikan siklus investasi perusahaan, di mana Saratoga tidak hanya berinvestasi, tetapi secara aktif terlibat dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan untuk mencapai potensi maksimal.

Saratoga juga terus secara aktif mendukung perusahaan investasi yang ada untuk mengembangkan bisnis mereka, diantaranya PT Mulia Bosco Logistics (MBL), Rumah Sakit Awal Bros Holding Group, dan Deltomed.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading