Perhatian! Traveloka Beri Sinyal Mau IPO

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 April 2019 14:15
Salah satu diskusi yang mengemuka dengan Traveloka pekan lalu adalah perihal perpajakan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu perusahaan rintisan Indonesia yang valuasinya sudah di atas US$ 1 miliar (unicorn), Traveloka, menyatakan minatnya untuk mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyebut, pihaknya telah berdiskusi dengan Traveloka terkait rencana perusahaan online travel agent (OTA) terbesar di Indonesia itu menjadi perusahaan publik.

"Saya sempat diskusi dengan salah satu unicorn (Traveloka), intinya mereka tertarik untuk go public di bursa kita," kata Nyoman, kepada awak media saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Hanya saja, otoritas bursa belum bisa menyebut secara pasti kapan rencana IPO akan dieksekusi oleh Traveloka. Menurut Nyoman, salah satu diskusi yang mengemuka dengan Traveloka pekan lalu adalah perihal perpajakan.


Sayangnya, Nyoman tak mengelaborasi lebih jauh terkait hal itu, apakah mengenai formula baru perpajakan yang diinginkan perusahaan rintisan seperti Traveloka.

"Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita diskusikan lagi terkait misalnya pajak, kita sedang diskusikan dengan Badan Kebijakan Fiskal dan Direktorat Jenderal Pajak," kata Nyoman.

Belum lama ini, Kementerian Keuangan tengah mewacanakan akan mengevaluasi kebijakan perpajakan di pasar modal untuk lebih mendorong banyaknya perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membidik perusahaan tercatat di pasar modal bisa mencapai 1.000 emiten dari yang saat ini sekitar 600 perusahaan tercatat.

Mengacu Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan (PPh), pemerintah dapat memberikan insentif pengurangan PPh Badan bagi perusahaan yang melantai di bursa dengan saham yang disebar di masyarakat mencapai 40%, emiten tersebut bisa mendapatkan insentif berupa pengurangan PPh Badan sebesar 5% dari total yang mesti dibayarkan.

Bendahara negara menyebut, kebijakan yang sudah berlaku satu dekade tersebut dinilai belum terlalu optimal, sehingga dinilai perlu kembali dievaluasi. "Kebijakan yang sebenarnya sudah dilakukan hampir 10 tahun yang lalu itu kan tidak terlalu banyak waktu itu (perusahaan yang IPO), baru tahun ini kita lihat efektivitasnya," kata Sri Mulyani.

Sekadar informasi, saat ini layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring Traveloka selain di pasar domestik juga telah menjangkau beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Singapura.

Traveloka juga telah menggandeng lebih dari 100 maskapai baik berbiaya murah maupun full service serta menghadirkan pilihan lebih dari 200.000 rute di Asia Pasifik dan Eropa.

Strategi Pemerintah Kembangkan Unicorn RI
[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading