Kabar Kelabu dari IMF Bakal Tekan Harga Obligasi

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
10 April 2019 09:15
Kabar Kelabu dari IMF Bakal Tekan Harga Obligasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan global yang semakin besar diprediksi masih akan menekan harga obligasi rupiah pemerintah pada perdagangan hari ini, Rabu (10/4/2019).

Ariawan, Head of Fixed Income Research PT BNI Sekuritas, mengatakan salah satu penyebabnya adalah langkah Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3% dari prediksi sebelumnya 3,5%.

"Sebagai tambahan, IMF juga memangkas prediksi pertumbuhan AS dan Eropa menjadi 2,3% dan 1,3% dari 2,5% dan 1,6%," ujarnya dalam riset hari ini (10/4/19).

Prediksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya juga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi ke depannya.

Selain itu, tuturnya, tekanan global juga datang dari tensi tinggi dari potensi perang dagang antara AS dan Uni Eropa setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan pengenaan tarif impor tambahan terhadap barang-barang dari Benua Biru.

Dia mengatakan sentimen tersebut sukses membuat pelaku pasar meresponsnya dengan mengejar instrumen yang dianggap lebih aman dan menjauhi aset yang lebih berisiko.

Cerminan kondisi tersebut adalah melemahnya pasar saham di Wall Street pagi ini yang diikuti oleh penguatan harga obligasi pemerintah Inggris, Jerman, dan AS.

"Semakin memanasnya tekanan eksternal juga dapat membuka peluang kenaikan yield [dan penurunan harga] obligasi pemerintah Indonesia dalam waktu dekat."

Pergerakan harga dan yield saling bertolak belakang di pasar sekunder obligasi, dan yield (imbal hasil) lebih umum digunakan sebagai satuan transaksi karena mencerminkan return, kupon bunga, harga, dan risiko dalam satu angka.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading