The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga, Sri Mulyani: Hati-hati

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 March 2019 14:22
Penundaan kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve merupakan peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan, kata Sri Mulyani.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penundaan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menjadi hal yang melegakan bagi banyak negara berkembang, dan merupakan peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada CNBC, Senin (25/3/2019).

"Bagi kami ... ini adalah kesempatan untuk benar-benar mempercepat pertumbuhan, tetapi kami benar-benar harus sangat berhati-hati," kata Sri Mulyani kepada CNBC di Credit Suisse Asian Investment Conference di Hong Kong.

The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga, Sri Mulyani: Hati-hatiFoto: Sri Mulyani Bicara Ekonomi di Tahun Politik (CNBC Indonesia TV)

"Karena jeda kenaikan suku bunga ini juga menunjukkan bahwa lingkungan ekonomi global tidak baik. Jadi kita benar-benar harus sangat berhati-hati dalam melihat sinyal ini," tambahnya, mengutip CNBC International.


Bank sentral Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah yang mengejutkan para investor karena mengadopsi sikap dovish yang tajam pada Rabu lalu, di mana Fed tidak memproyeksikan akan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini. The Fed juga memangkas prospek pertumbuhan di tahun 2019 untuk ekonomi terbesar di dunia itu.


Sementara itu, serentetan data ekonomi yang lemah di seluruh dunia juga memicu kekhawatiran terjadinya resesi.

Aktivitas manufaktur Jerman turun ke level terendah dalam lebih dari enam tahun di bulan Maret, menurut data dari IHS Markit; sementara di zona euro secara keseluruhan, manufaktur turun ke level terendah sejak April 2013.

Jeda kenaikan suku bunga, dan The Fed yang memberi sinyal pada bulan Januari bahwa bank tersebut akan lebih "bersabar" dalam sikap kebijakan moneternya, telah "mengurangi tekanan" bagi banyak negara berkembang, kata Sri Mulyani.

Langkah Fed itu sangat disambut baik Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, karena arus keluar modalnya yang tinggi telah menjadi masalah, katanya.

Saksikan video mengenai sikap dovish The Fed berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading