The Fed Dovish, Sri Mulyani: Ada Dua Peringatan!

Market - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
21 March 2019 12:01
Menurut Sri Mulyani, ada dua hal yang harus diperhatikan terkait keputusan The Fed tersebut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan tentang bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang secara tiba-tiba mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang telah berlangsung sejak tiga tahun lalu, pada Rabu (20/3/2019).

Menurut Sri Mulyani, ada dua hal yang harus diperhatikan terkait keputusan The Fed tersebut.

"[Keputusan The Fed] Itu menggambarkan dua hal. Berarti itu baik untuk seluruh dunia tapi juga menggambarkan bahwa mereka concern ke pelemahan ekonomi baik di AS ataupun seluruh dunia," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (21/3/2019).


"Jadi ini peringatan dua hal, bahwa lingkungan global mungkin menjadi lemah tetapi dengan The Fed tidak menaikkan suku bunga, berarti tekanan seperti yang terjadi pada 2018 yakni kenaikan suku bunga 4 kali tidak terjadi tahun ini."



Hasil rapat komite pengambil kebijakan The Federal Reserve/The Fed (Federal Open Market Committee). Jerome 'Jay' Powell dan kolega memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,25-2,5% atau median 2,375%, sesuai ekspektasi pasar.

The Fed juga mengubah dot plot (arah suku bunga acuan hingga jangka menengah). Pada dot plot edisi Desember 2018, The Fed masih menargetkan median suku bunga acuan di 2,875% pada akhir 2019 sehingga butuh dua kali kenaikan lagi dari posisi sekarang.

Namun di dot plot teranyar, The Fed memperkirakan median suku bunga acuan pada akhir tahun ada di 2,375% atau sama seperti saat ini. Artinya, kemungkinan besar tidak akan ada kenaikan suku bunga hingga akhir 2019.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading