Yeay! Bursa Saham Asia Berdansa di Akhir Pekan

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
22 March 2019 17:44
Yeay! Bursa Saham Asia Berdansa di Akhir Pekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia mayoritas ditutup di zona hijau pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (22/3/2019).

Indeks Hang Seng naik 0,14%, indeks Shanghai juga naik 0,09%, indeks Nikkei tumbuh 0,09%, dan indeks Kospi naik 0,09%. Namun indeks Straits Times di Bursa Singapura terkoreksi tipis 0,05%.

Tadi siang, pelaku pasar masih mencerna informasi dan sentimen eksternal yang masuk. Sampai akhir perdagangan, investor tampaknya memilih berpihak pada sentimen positif yang sudah jelas yakni keputusan beberapa bank sentral yang bersabar dalam kebijakan moneter alias dovish.

Selain itu, rilis data ekonomi dalam negeri dan kawasan Asia juga menggembirakan.



Kamis (20/3/2019), bank sentral AS, The Fed, resmi memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25-2,5%. Level Fed Funds Rate ini diperkirakan akan tetap bertahan hingga akhir tahun 2019.

Tak hanya itu, The Fed, juga berencana berhenti menyedot likuiditas di pasar pada September mendatang.

Pelaku pasar pun bernafas lega. Satu faktor risiko sudah bisa dicoret dari daftar yaitu arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam. Sikap (stance) posisi The Fed yang dovish membuat dolar AS sulit menguat tajam seperti tahun lalu, sehingga mata uang negara lain punya ruang untuk menguat.


Dengan demikian, menyambut peluang ini, aksi serupa kemudian juga diputuskan oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Filipina (BSP).

BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7 Day Reverse Repo Rate di level 6%, sedangkan BSP memutuskan untuk suku bunga Reverse Repurchase Facility di level 4,75%.

Keputusan ini disambut baik oleh pelaku pasar karena artinya berinvestasi di Benua Kuning semakin menjanjikan karena ruang gerak tidak lagi dibatasi. Belum lagi, kawasan Asia juga membukukan rilis data ekonomi yang oke.

Pemerintah Hong Kong pada Jumat ini mengumumkan bahwa kuartal-4 2018, ekonomi Hong Kong masih mencatatkan surplus transaksi berjalan sebesar HK$ 42,08 miliar setara dengan Rp 76,05 triliun. Perolehan ini lebih tinggi dibanding konsensus pasar sebesar HK$ 31,3 miliar, dilansir Trading Economics.

Awal pekan ini, Singapura juga merilis data ekspor yang juga menggembirakan. Ekspor domestik Singapura untuk produk selain minyak (non-oil domestic export/NODX) naik 4,9% year on year (YoY) yang lebih tinggi dibanding konsensus pasar sebesar 3,4% YoY. Ini merupakan pertumbuhan positif NODX pertama sejak Oktober tahun lalu

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading