Investor Wait & See, Bursa Saham Asia Ditutup Bervariatif

Market - dwa, CNBC Indonesia
08 April 2019 18:30
Investor Wait & See, Bursa Saham Asia Ditutup Bervariatif
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia ditutup bervariatif pada perdagangan awal pekan, Senin (8/4/2019).

Mayoritas indeks Benua Kuning ada yang dilanda aksi ambil untung (profit taking), ada yang relatif stagnan, dan ada juga yang masih kokoh melanjutkan reli. Indeks Straits Times turun 0,22%, indeks Nikkei melemah 0,21%, dan indeks Shanghai terkoreksi tipis 0,05%, indeks Kospi menguat 0,04%, lalu indeks Hang Seng melesat 0,47%.

Indeks acuan Negeri Singapura dan Jepang tidak dapat lagi mengelak dari aksi profit taking karena selama sepakan telah menguat cukup signifikan. Pekan lalu, indeks Straits Times naik 3,42% dan indeks Nikkei menguat 2,84%.


Di lain pihak, sikap wait and see ditunjukkan pelaku pasar karena menunggu kabar lanjutan negosiasi dagang AS dan China serta rilis data ekonomi pekan ini dari kedua negara.

Sepanjang pekan lalu, perwakilan dagang antara kedua negara menggelar negoasiasi selama 3 hari di Washington yang merupakan lanjutan diskusi 2 pekan lalu di Beijing.

CCTV (televisi pemerintah China) melaporkan bahwa kedua negara telah mencapai kemajuan yang penting. Salah satunya adalah diskusi seputar rancangan teks perjanjian damai dagang AS-China yang meliputi transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, jasa, pertanian, neraca perdagangan, dan sebagainya.

Presiden China Xi Jinping melalui sebuah pesan yang dititipkan kepada Liu He mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kedua belah pihak telah mencapai perkembangan yang baru dan substansial terkait dengan isu-isu penting bidang perdagangan dalam sebulan terakhir, dilansir Reuters.

Lebih lanjut, beberapa investor memilih posisi bertahan sambil menunggu rilis data perdagangan Negeri Panda untuk bulan Maret, indeks sentimen konsumen AS yang dirilis oleh Universitas Michigan, serta rilis notulensi rapat komite kebijakan Bank Sentral AS (FOMC).

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading