4 Kali Pilpres, Pasar Saham Cuan 13,8% Kalahkan Aset Lain

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
22 March 2019 16:40
4 Kali Pilpres, Pasar Saham Cuan 13,8% Kalahkan Aset Lain
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagaimana performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode empat kali perhelatan Pemilu Presiden? Ternyata rata-rata kinerja IHSG memberikan keuntungan 13,85% dan mampu mengungguli aset investasi pasar keuangan lain. 

Riset Market Insight PT Syailendra Capital menunjukkan pada empat tahun pemilu yakni 2001, 2004, 2009, dan 2014, kinerja indeks utama saham domestik tersebut secara rata-rata melebihi dua kali dari kinerja aset lain yaitu deposito berjangka, reksa dana pendapatan tetap, obligasi pemerintah, dolar AS, dan emas selama periode pemilu.
 

Reksa dana pendapatan tetap diwakili indeks reksa dana pendapatan tetap (IRDPT) dan obligasi pemerintah yang diwakili oleh indeks government bond Infovesta (IRGBI).
 

Hitungan kinerja kelas aset keuangan itu dikalkulasi pada periode 2 bulan sebelum pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan 2 bulan setelah pengumuman hajatan rutin 5 tahunan tersebut. 

Secara berturut-turut, rerata kinerja kelas aset investasi lain yaitu deposito berjangka naik 6,8%, reksa dana pendapatan tetap tumbuh 2,3%, obligasi pemerintah naik 2,7%, dolar AS minus -5,3%, dan emas juga -4,7% pada periode yang sama.





"Pemilu cenderung meningkatan euphoria masyarakat. Hal ini secara umum juga dapat memberikan efek positif kepada pasar saham, dalam hal ini tercermin pada IHSG," ujar analis Syailendra Capital Rizky Jauhari dalam riset tersebut.  

Menurut dia, proses pemilu yang stabil juga merupakan kunci untuk meminimalisir volatilitas pasar dan mendorong kepercayaan investor untuk kembali masuk ke pasar Indonesia. 

Riset yang sama menunjukkan kinerja tahunan pada 10 tahun terakhir yaitu 2008-2018, kinerja IHSG juga masih mengungguli kelas aset lain. 


Keunggulan IHSG terlihat pada 2009, 2010, 2014, 2016, dan 2017 yang masing-masing naik 87%, 46%, 22%, 15%, dan 20%.
 

"Investasi di pasar saham menawarkan keuntungan yang cenderung lebih tinggi dalam 16 tahun terakhir. Tentu saja tingkat pengembalian yang tinggi juga memiliki risiko relatif tinggi," kata Rizky.

"Pada tahun 2008 dan 2015 IHSG jatuh sedalam 50% dan 12%. Namun pada tahun-tahun berikutnya tingkat
pengembalian IHSG melebihi kerugian tahun sebelumnya," tambahnya. 


Saat ini, menjelang tanggal pemungutan suara pada 17 April 2019, IHSG berada pada level 6.516 dan sudah naik 5,19% sejak akhir 2018.


Dalam waktu dekat, akan diadakan debat kandidat Pilpres pada 30 Maret, diikuti debat kelima pada 13 April. Setelah itu ada masa tenang pada 14-16 April, dan pencoblosan akan dilakukan pada 17 April.  

Rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu tingkat nasional akan dilakukan KPU pada 22 Mei, dan pelantikan akan digelar pada 20 Oktober.

Pada kesempatan terpisah, Franky Rivan, Senior Research Analyst PT Kresna Sekuritas, menilai siapapun pemenang dalam Pilpres 2019, IHSG masih akan relatif stagnan pada level 6.400, meskipun skenario dari Franky saat ini masih pada kemenangan pihak petahana (incumbent). 

"Kami masih pada skenario incumbent yang menang."

Prediksi yang ditetapkan pada akhir tahun lalu tersebut belum berganti meskipun nada dan arah kebijakan moneter dan suku bunga The Fed, Amerika Serikat (AS), sudah mulai berubah menjadi lebih kalem (dovish) dibandingkan dengan sebelumnya.    


TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading