Perhatikan 5 Aksi Korporasi Ini! Siapa Tahu Cocok Dibeli

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 March 2019 09:44
Perhatikan 5 Aksi Korporasi Ini! Siapa Tahu Cocok Dibeli
Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat dibuka terkoreksi 0,04% ke Level 6.374,92, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau. Pergerakan IHSG seirama dengan bursa Hong Kong dan bursa Jepang yang menguat.

Kemarin, IHSG juga ditutup dengan penguatan 0,37% ke level 6.377,58. Performa IHSG kemarin berkebalikan dengan laju bursa saham utama kawasan Asia justru kompak melemah: indeks Nikkei turun 0,99%, indeks Shanghai anjlok 1,09%, indeks Hang Seng melemah 0,39%, indeks Straits Times terkoreksi 0,58%, dan indeks Kospi terpangkas 0,41%.

Lantas bagaimana pertimbangan investasi hari ini, berikut beberapa peristiwa dan aksi korporasi emiten yang bisa menjadi referensi dalam menentukan keputusan investasi atau trading Anda.


1. Apa Kabar Kemitraan AirAsia-Citilink? Ini Kata Bos AirAsia

Manajemen PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menegaskan kelanjutan penjajakan kerja sama atau peluang akuisisi perseroan terhadap anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Citilink, masih jalan di tempat.


Dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/3/2019), manajemen AirAsia mengungkapkan hingga saat ini belum ada langkah-langkah lebih lanjut yang dilakukan baik oleh perseroan maupun Garuda Indonesia untuk menjalankan rencana tersebut.


2. Ekspektasi Proyek Jargas, Saham PGAS Naik Hampir 2%

Ekspektasi tinggi atas prospek bisnis gas rumah tangga yang dijalankan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tampaknya memberi sinyal positif akan kinerja perseroan dan juga harga sahamnya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada penutupan perdagangan Rabu ini (13/3/2019), saham PGAS naik 1,70% di level Rp 2.390/saham.Bahkan saham PGAS pada sesi I mampu memberi kontribusi besar terhadap penguatan IHSG bersama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).


3. Bank Permata Bakal Dicaplok, Wajib Tender Offer atau Tidak?

Calon pembeli 45% saham saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) kemungkinan besar tidak akan terkena kewajiban penawaran tender (tender offer) atas saham publik di bank yang kendalikan oleh Astra dan Standard Chartered Bank (Stanchart) ini.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan tidak berlakunya tender offer bagi calon pembeli saham Bank Permata yang dijual Stanchart karena tidak ada perubahan pengendali atas saham Bank Permata.

"Kalau Bank Mandiri masuk beli [saham] punya Stanchart, maka enggak terjadi perubahan pengendali baru, karena jumlah porsi Stanchart di BNLI dengan Astra sama besar," kata Alfred kepada CNBC Indonesia, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).


4. Akuisisi Perdana Sokka, Saham Telkom Masih Tertekan

Harga saham emiten telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masih mengalami penurunan selama pekan ini. Hingga perdagangan Rabu (13/3/2019) ini, saham TLKM minus 3% di level 3.760/saham.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia pada pukul 11.00 WIB, jika melihat harga harian, saham Telkom minus 1,32% hari ini, sementara sepekan minus 3,10% dan year to date atau sejak awal tahun cenderung stagnan.

Bahkan dalam sepekan, saham Telkom masuk dalam jajaran emiten yang ramai dilepas (net sell) investor asing. Dalam sepekan, saham Telkom tercatat net sell Rp 337,44 miliar, dengan nilai transaksi Rp 433,94 miliar. Net sell terbanyak dalam sepekan dipegang oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 513,69 miliar.


5. Ekuitas Negatif, AirAsia Terbitkan Perpetual Bond Rp 1,17 T

PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melalui anak usahanya, PT Indonesia AirAsia yang bergerak di bisnis penerbangan berbiaya murah, akan menerbitkan surat utang berbentuk sekuritas perpetual bond dengan nilai sebesar US$ 80 juta atau setara Rp 1,17 triliun.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, surat utang tersebut diserap oleh induk usahanya AirAsia Berhad (AAB). Hal ini sudah disetujui melalui perjanjian perpetual sekuritas berbayar (conditional perpetual capital security purchase agreement) pada 31 Desember 2018 lalu. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading