Didorong Bansos, PDB Kuartal I-2019 Diramal Tumbuh 5,2%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 March 2019 13:55
Didorong Bansos, PDB Kuartal I-2019 Diramal Tumbuh 5,2%
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 akan mencapai 5,2%. Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggeraknya.

Hal itu diutarakan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Kompleks Bank Indonesia. Menurut Perry pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini diperkirakan masih akan tetap konsisten dengan target pertumbuhan ekonomi Bank Indonesia pada kisaran 5%-5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi di triwulan satu masih konsisten kisarannya 5,4 sama dengan tahunan 5%-5,4% kurang lebih sekitar 5,2 persen untuk pertumbuhan ekonomi di triwulan 1, faktornya karena konsumsi swasta, konsumsi pemerintah maupun konsumsi lembaga negara non rumah tangga karena berkaitan dengan persiapan untuk pemilu," kata Perry Warjiyo, Jumat (22/3/2019).


Dijelaskan Perry, pemerintah telah memberikan stimulus fiskal melalui bantuan sosial, hal ini juga akan meningkatkan konsumsi, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia memperkirakan, konsumsi rumah tangga akan tetap tumbuh pada kisaran 5,2%.

Didorong Bansos, PDB Kuartal I-2019 Diramal Tumbuh 5,2%Foto: Rapat Dewan Gubernur BI (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


Data Kementerian Keuangan menyebutkan, hingga 28 Februari 2019, dana bantuan sosial (bansos) yang telah tersalurkan sebesar Rp 23,6 triliun. Hal ini berarti sudah mencapai 24,31% dari total target APBN yang sebesar Rp 102 triliun tahun ini.

"Bantuan sosial tinggi itu mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya konsumsi demikian juga mendorong daya beli masyarakat khususnya masyarakat rendah kenapa konsumsi rumah tangga itu akan relatif tinggi di triwulan satu," imbuhnya.

Sementara itu, dari sisi investasi, tutur Perry diperkirakan tidak akan secepat triwulan keempat tahun 2018. Namun ia meyakini, akan meningkat pada triwulan berikutnya.

"Investasi polanya awal tahun itu lebih lambat dibanding triwulan IV-2018 tapi akan meningkat di triwulan-triwulan berikutnya, tapi investasi masih cukup tinggi," ujarnya.

Perry menyebut, investasi di sektor infrastruktur diperkirakan akan tetap tumbuh pada tahun ini sejalan dengan terus berlangsung pembangunan infrastruktur.

"Investasi yang agak melambat investasi non konstruksi, kalau investasi konstruksi tetap tinggi karena berkaitan dengan terus berlangsungnya pembangunan infrastruktur baik infrastruktur yang terkait dengan fisik maupun terkait dengan perusaahan energi maupun lainnya," tandas Perry.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading