Bidik Pasar Jepang, Philip Morris Ekspor 9 Juta Batang Rokok

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 March 2019 17:14
Bidik Pasar Jepang, Philip Morris Ekspor 9 Juta Batang Rokok
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pemilik PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Philip Morris Indonesia resmi melakukan ekspor perdana atas produk rokok premium, Marlboro dan L&M ke pasar bebas pajak (duty free) Jepang.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan afiliasi Philip Morris International ini mengekspor sebanyak 9 juta batang rokok. Ekspor perdana itu ditandai dengan pelepasan satu kontainer ukuran 40 feet yang memuat 9 juta batang rokok yang diproduksi di fasilitas produksi Sigaret Putih Mesin (SPM) di Karawang, Jawa Barat.

Ekspor ke pasar duty free Jepang sebelumnya diisi oleh produk sejenis produksi Philip Morris Serbia.

"Hal ini merupakan pencapaian yang penting mengingat konsumen Jepang memiliki ekspektasi standar kualitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain," kata Direktur Utama Philip Morris Indonesia, Ahmad Mashuri, dalam keterangan pers, Kamis (21/3/2019).



Mashuri menyebut, ekspor perdana tersebut menjadi pemicu bagi Philips Morris Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas produk agar sesuai standar global.

Perseroan berencana melakukan pengiriman keempat ke Korea Selatan pada akhir Maret 2019 sebanyak 2 kontainer ukuran 40 feet dengan total pengiriman sekitar 60 juta batang rokok.

Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

Pihaknya juga mendukung komitmen berkelanjutan pemerintah yang terus berupaya menjaga iklim investasi.

"Kami akan terus fokus dalam meningkatkan produktivitas, daya saing ekspor, dan menguatkan industri hulu strategis di mana Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa khususnya melalui ekspor produk rokok," katanya.

Saat ini, IHT menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap penerimaan devisa, yakni melalui ekspor produk rokok.

Kementerian Perindustrian mencatat ekspor rokok dan cerutu sepanjang 2018 mencapai US$ 931,6 juta atau sekitar Rp 13,2 triliun. Nilai ini meningkat 2,98% dari realisasi ekspor tahun sebelumnya sebesar US$ 904 juta.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading