Dapat Berkah dari The Fed, Yen ke Level Terkuat dalam 3 Pekan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 March 2019 07:32
Dapat Berkah dari The Fed, Yen ke Level Terkuat dalam 3 Pekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Jepang, yen, melesat ke level terkuat dalam tiga pekan terakhir menyusul sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan kuotasi MetaTrader 5, yen menutup perdagangan Rabu di level 110,62/US$ atau menguat sekitar 0,7% dini hari tadi. Volatilitas yen juga mengalami peningkatan drastis. Jika sejak awal pekan volatilitas nilai tukar dolar terhadap yen (USD/JPY) kurang dari 50 pip, pada perdagangan Rabu naik lebih dari dua kali lipat, mencapai 116 pip.

Pip adalah satuan poin terkecil untuk mewakili perubahan harga dalam trading forex. Nilai satu poin pip biasanya bervariasi bergantung pada pasangan mata uang yang diperdagangkan serta kurs saat itu.


Pasca-penguatan tajam tersebut, yen kini terkoreksi tipis. Pada Kamis (21/3/19) pukul 7:03 WIB, yen ditransaksikan di kisaran 110,65/US$.


Dalam pengumuman kebijakan moneternya, The Fed mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) di tahun ini. Hal ini menjadi kejutan bagi pasar finansial karena tidak sampai tiga bulan sebelumnya bank sentral AS tersebut menyatakan kenaikan FFR sebanyak dua kali di tahun 2019 akan menjadi kebijakan yang tepat.

Kini suku bunga acuan The Fed sebesar 2,25%-2,50% akan tetap bertahan hingga akhir tahun nanti.

Selain mempertahankan suku bunga acuan, The Fed juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini tentunya mengkonfirmasi spekulasi pelaku pasar jika negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut sedang mengalami pelambatan.

Untuk tahun ini, The Fed memproyeksikan perekonomian AS akan tumbuh 2,1%, lebih rendah dibandingkan proyeksi yang diberikan tiga bulan lalu sebesar 2,3%. Proyeksi inflasi dipangkas 0,1% menjadi 1,8%, sementara tingkat pengangguran direvisi naik 0,2% menjadi 3,7%.

The Fed kini menjadi bank sentral utama dunia keempat yang mengadopsi sikap dovish di bulan ini. Sebelumnya ada Reserve Bank of Australia (RBA), European Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BOJ). Semua pengatur kebijakan moneter tersebut menghadapi masalah yang sama, yakni perlambatan ekonomi.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading