Analisis Teknikal

Wall Street Positif, Ada Harapan IHSG Bisa Kembali Menguat

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
19 March 2019 08:32
Wall Street Positif, Ada Harapan IHSG Bisa Kembali Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan perdagangan dengan menguat 0,74% ke level 6.509, Senin kemarin.

Berdasarkan sentimen pasar dan hasil analisis secara teknikal, Tim Riset CNBC Indonesia memprediksi IHSG akan kembali menguat, Selasa (19/3/2019). Adapun rentang perdagangannya berpotensi berada di level antara 6.475-6.550.



Sentimen positif baik dari dalam negeri dan global berpotensi mendorong IHSG terbang lebih tinggi.


Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat dini hari tadi. Dow Jones naik 0,25%, S&P 500 terangkat 0,37%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,34%.

The Fed diyakini semakin kalem terhadap arah kebijakan suku bunganya alias dovish. Dirilisnya data ekonomi terbaru di AS menandakan gejala perlambatan ekonomi Negeri Adidaya tersebut masih terasa.

Indeks perumahan NAHB pada Maret 2019 berada di angka 62, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Pencapaian Maret tersebut berada di bawah konsensus pasar yang memperkirakan adanya kenaikan menjadi 63.



Dari dalam negeri, IHSG kembali terangkat berkat investor asing yang kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang mengarah ke saham-saham perbankan dan infrastruktur.

Selain itu, efek dari surplusnya neraca dagang Februari sebesar US$ 330 juta masih berdampak positif bagi IHSG. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun kembali menguat dengan kenaikan 0,14% ke level Rp 14.235/US$ kala penutupan pasar spot.

Secara teknikal, IHSG ada pada pada tren penguatan jangka pendeknya. Secara grafik, IHSG membentuk white marubozu yang mengindikasikan kontinuitas tren kenaikan IHSG.

Sumber: Refintiv
Potensi penguatan IHSG juga terlihat dari posisinya yang bergerak di atas rata-ratanya selama lima hari (moving average/MA5).

Ruang penguatan IHSG cukup terbuka dikarenakan belum memasuki level jenuh belinya (overbought), berdasarkan indikator teknikal yang mengukur tingkat kejenuhan stochastic slow.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading