Analisis Teknikal

Siap-Siap, IHSG Berpotensi Cetak Reli

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 March 2019 08:14
Siap-Siap, IHSG Berpotensi Cetak Reli
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Rabu (20/3/2019), menguat tipis 0,04% ke level 6.482.

Tim Riset CNBC Indonesia memprediksi IHSG akan cenderung menguat hari ini berdasarkan sentimen pasar dan hasil analisis secara teknikal.

Mayoritas dari tiga indeks utama bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir dengan pelemahan dini hari tadi. Dow Jones turun 0,55%, S&P 500 melemah 0,29%, dan Nasdaq Composite menguat 0,06%.


Sesuai dengan perkiraan pasar memang the Fed mempertahankan suku bunga acuannya di rentang 2,25%-2,5% atau median 2,375%, bahkan the Fed juga memangkas proyeksi kenaikan suku bunga untuk tahun ini.



The Fed meramalkan bahwa kondisi perekonomian AS akan cenderung melambat di 2019. Bank sentral memperkirakan ekonomi terbesar di dunia itu hanya akan tumbuh 2,1% tahun ini. Angka tersebut jauh di bawah capaian sekitar 3% tahun lalu.

Selain itu, The Fed juga akan mengurangi laju normalisasi neraca mereka. Mulai Mei mendatang, The Fed akan memperlambat laju normalisasi neraca dan berencana menghentikannya pada September. Artinya The Fed akan berhenti menyedot likuiditas dari pasar.

Dari dalam negeri, IHSG mampu beranjak dari zona merah dengan penguatan sangat tipis hanya 2 poin kemarin. Indeks sektor keuangan yang menguat 0,29% membawa IHSG ke zona hijau. Aksi beli asing (net buy) yang banyak menyasar ke saham-saham perbankan BUMN yang berbobot besar menjadi penggeraknya.



Secara teknikal, IHSG masih kokoh di jalur kenaikan jangka pendeknya. Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas rata-rata nilainya selama 5 hari (moving average five/MA5).

Sumber: Refinitiv
Ruang penguatan IHSG masih terbuka dikarenakan tingkat kejenuhan pasar untuk membeli/menjual belum mengarah ke jenuh beli (overbought) berdasarkan indikator teknikal bersifat momentum yakni Relative Strength Index (RSI).

Setelah The Federal Reserves atau The Fed dalam Federal Open Market Committee/FOMC meeting mempertahankan suku bunganya, pasar akan menantikan kebijakan arah suku bunga BI 7 day RR oleh Bank Indonesia (BI) pada Kamis siang.

Pasar beranggapan BI tidak akan menaikkan suku bunga mengikuti arah the Fed, dengan demikian akan berdampak positif bagi sektor-sektor yang akan diuntungkan suku bunga rendah seperti keuangan dan properti.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading