Tahun Ini, Adira Finance Bidik Pembiayaan Baru Rp 42 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 March 2019 18:11
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membidik target pembiayaan baru tahun ini mencapai Rp 42 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membidik target pembiayaan baru tahun ini mencapai Rp 42 triliun, atau naik 10% dari realisasi pembiayaan tahun 2018 sebesar Rp 38,2 triliun.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan target pembiayaan kendaraan baru itu akan ditopang bisnis inti perusahaan, baik dari pembiayaan roda empat maupun roda dua alias sepeda motor.

"Untuk presentase, pembiayaan roda empat berkontribusi 45%, sementara roda dua 55%. Pertumbuhan bisnis tahun ini ditargetkan 5-10% secara umum," katanya dalam talkshow Squawk Box CNBC TV Indonesia bersama Maria Katarina, Senin (11/3/2019).

Hafid mengatakan selama ini pendanaan perusahaan untuk ekspansi disokong sebesar 47% dengan skema joint financing atau pembiayaan bersama dengan perbankan. Dalam hal ini, bersama dengan induk usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).


Selain perbankan, pendanaan pasar modal juga berkontribusi cukup besar dengan menerbitkan obligasi.

Sisanya dari ekuitas dan pinjaman offshore. Per Desember tahun lalu, sumber dana dari ekuitas bahkan menyumbang pembiayaan hingga Rp 7 triliun.

Hafid mengatakan faktor yang akan mendorong kinerja perusahaan ialah pertumbuhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat seiring dengan daya beli masyarakat dan kenaikan produk domestik (GDP) Indonesia.

"Sektor pembiayaan 2018-2019. Yang paling utama, GDP masih tumbuh, dengan pertumbuhan itu tentu industri akan tumbuh positif, dan itu harapan kami, dengan total GDP akan ditargetkan naik 5,3-5,5% ini akan menjadi potensi sebesar.

Adira, kata Hafid, juga akan mencoba mencoba meningkatkan penetrasi pembiayaan lainnya yakni kredit multiguna dan pembiayaan elektronik yang saat ini porsinya masih di bawah 10% dari total pembiayaan.

Sepanjang tahun lalu, Adira Finance mengantongi laba bersih Rp 1,81 triliun. Jumlah tersebut naik 28,81% dibandingkan pencapaian laba 2017 yakni Rp 1,40 triliun. T
otal pendapatan perusahaan mencapai Rp 10,18 triliun, naik 11,45% dari tahun sebelumnya Rp 9,13 triliun.

Pendapatan tersebut disumbangkan dari pendapatan dari pembiayaan konsumen sebesar Rp 6,86 triliun, lalu pendapatan dari marjin murabahah Rp 1,54 triliun, dan pendapatan dari sewa pembiayaan Rp 44,74 miliar. Pendapatan lain-lain menyumbang sebesar Rp 1,72 triliun ke kantong perusahaan.


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading