Cari Utang, Adira Kantongi Sindikasi Rp 4,2 T dari Singapura

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 January 2020 11:06
Adira Finance, perusahaan multifinance Grup Danamon, memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance, perusahaan multifinance Grup Danamon, memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi di Singapura, senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,2 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk menopang ekspansi bisnis.

"Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi kedelapan di tahun 2020. Fasilitas ini akan dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan dan akan digunakan membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan di tahun 2020," kata Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance, dalam siaran pers, Selasa (21/1/2020).


Dia mengatakan kepercayaan investor terhadap Adira Finance tetap kuat, terlihat dari penerbitan pinjaman sindikasi ini  yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 3 kali dari rencana awal.

Fasilitas ini telah berhasil menarik minat para investor
asing yang kebanyakannya berasal dari Singapura, Taiwan dan Jepang. Fasilitas berjumlah US$ 300 juta ini memiliki tenor 3 tahun dengan tingkat bunga kompetitif.

Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi ini, Adira
Finance menunjuk MUFG Bank, Ltd.; ANZ Bank Ltd.; DBS Bank Ltd.; Maybank Ltd.; dan United Overseas Bank Limited. sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners.


Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak penerbitan
pinjaman sindikasi yang pertama, Adira Finance akan melakukan lindung nilai penuh (fully-hedged) ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk).


I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira, mengatakan 
fasilitas pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 30,4% atas total pendanaan sendiri perusahaan yang mencapai Rp 22,9 triliun pada Desember 2019.

'Sekitar
21% dari pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 48% berasal dari pendanaan dari pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah. Dengan keseluruhan total pinjaman tersebut, gearing ratio berada di level 2,8 kali pada FY2019," kata Dewa.

Mengacu laporan keuangan September 2019, total pendapatan Adira naik menjadi Rp 8,22 triliun dari periode 9 bulan tahun 2018 yakni Rp 7,52 triliun, paling besar dari pendapatan pembiayaan konsumen sebesar 6,19 triliun dari sebelumnya Rp 4,98 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 1,42 triliun dari sebelumnya Rp  1,35 triliun.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat, pada perdagangan Selasa ini pukul 10.55 WIB, saham ADMF minus 0,73% di level Rp 10.250/saham. Sebulan terakhir, saham ADMF minus 1,68% dengan kapitalisasi pasar Rp 10,25 triliun.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading