CNBC Indonesia Outlook 2019

Bos BCA: NIM Perbankan Turun, IHSG Bisa Hancur

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 February 2019 13:03
Inilah yang menjadi perhatian bagi Jahja, bahwa menjaga NIM bank tetap kompetitif penting agar ekspektasi pelaku pasar tetap terjaga terhadap saham bank.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat rentan koreksi jika net interest margin (NIM) dipaksa turun.

Presdir BCA Jahja Setiadmadja mengatakan saat ini ada lima bank yang punya nilai kapitalisasi pasar besar dan punya bobot besar terhadap IHSG.

Bos BCA: NIM Perbankan Turun, IHSG Bisa HancurFoto: Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat berdiskusi dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Kenapa NIM harus dipertahankan? Untuk bisa menahan tidak terjadi profit taking di saham bank. Karena kalau harga saham lima bank ini ambrol, BEI (Bursa Efek Indonesia) bisa hancur," kata Jahja diĀ Seminar CNBC Indonesia Economic Outlook 2019 di Hotel Westin Jakarta, Selasa (28/2/2019).


Saat ini, di BEI nilai kapitalisasi saham terbesar tercatat atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 681,71 triliun. Lalu empat bank lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 474,88 triliun, nomor dua.


Kemudian PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan market cap Rp 336,67 triliun. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 164 triliun dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) senilai Rp 84,58 triliun.

Inilah yang menjadi perhatian bagi Jahja, bahwa menjaga NIM bank tetap kompetitif penting agar ekspektasi pelaku pasar tetap terjaga terhadap saham bank.

Apalagi, tambah Jahja, struktur pasar modal Indonesia belum terlalu dalam. Dari total nilai kapitalisasi pasar BEI Rp 7.420 triliun (per 27/02/2018), nilai saham yang beredar di publik (floating share) hanya sekitar Rp 2.500 triliun.

"Harus lihat nilai floating share hanya Rp 2.500 triliun dari nilai tersebut hanya ada 10 perusahaan terbesar mengusai 50%-60% kapitalisasi pasar," jelas Jahja.

(hps/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading