Kredit Naik, Bank Mega Bidik Laba Tumbuh 5% Tahun Ini

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
22 February 2019 - 13:44
Kredit Naik, Bank Mega Bidik Laba Tumbuh 5% Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 5% menjadi Rp 1,68 triliun-Rp 1,7 triliun tahun ini dari laba bersih 2018 yang mencapai Rp 1,6 triliun dengan mengandalkan kenaikan pertumbuhan kredit.

"Laba nett kami di 2018 sebesar Rp 1,6 triliun. Sekarang kami mau naik 5% menjadi Rp 1,68 triliun atau Rp 1,7 triliun," kata Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib di Menara Bank Mega, Jumat (22/2/2019).

Tahun lalu, Bank Mega mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun, meningkat 23% dibandingkan dengan laba pada 2017 sebesar Rp 1,3 triliun. Sebagai perbandingan, laporan keuangan MEGA mencatat laba tahun 2017 naik 12% dari pencapaian laba 2016 sebesar Rp 1,16 triliun.


Kenaikan laba bersih itu, lanjut Kostaman, akan ditopang oleh adanya pertumbuhan kredit. Dengan pertumbuhan kredit, maka pendapatan bunga (interest income) juga akan meningkat. Begitu juga dengan pendapatan berbasis non-bunga alias fee base income.

"Kalau diperhatikan margin bank secara umum menurun tahun lalu. Jadi kami harus ciptakan pundi-pundi pendapatan yang lain, yaitu fee base income. Selain itu biaya operasional, biaya kredit dan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) harus dikelola juga," tambahnya.

CKPN adalah cadangan yang dibentuk oleh bank guna menghadapi terjadinya risiko kerugian akibat penanaman dana dalam aktiva produktif.

Pertumbuhan 5% ini, katanya, sudah dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang dibuat pada November tahun lalu. Persentase ini terbilang kecil bukan karena kondisi likuiditas mengetat, mengingat level loan to deposit ratio (LDR) Bank Mega tercatat 67%-68%.

Kostaman mengatakan, target resmi di RBB 5% ini lantaran waktu penyusunan RBB Bank Mega belum tutup buku. "Waktu itu prediksi kami tidak sebesar itu. Kan laba kotor kita Rp 2 triliun. Waktu itu prediksi [laba bersih] sekitar Rp 1,8 triliun-Rp 1,9 triliun," imbuhnya.

Meski secara resmi menargetkan pertumbuhan 5%, pihaknya yakin laba bersih Bank Mega akan tumbuh setidaknya 10 % di tahun ini. Hal ini juga ditopang dengan strategi inovasi teknologi yang dilakukan melalui chatbot dalam aplikasi WhatsApp yang rencananya dirilis pada pertengahan tahun ini.

"Jadi challenge kami itu bukan likuiditas. Tapi bagaimana mengejar digitalisasi ini. Jangan sampai ketinggalan," tuturnya.
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading