Saham Renuka Melejit 15%, Berharap dari Produksi Tambang Emas

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 February 2019 11:51
Saham Renuka Melejit 15%, Berharap dari Produksi Tambang Emas
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan tambang emas PT Renuka Coalindo Tbk (SQMImemimpin jajaran top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah pada jeda perdagangan sesi I, Jumat (22/2/2019) melesat hingga 14,71% di level Rp 312/saham.

Data BEI mencatat pada penutupan perdagangan sesi I, saham Renuka ditransaksikan sebanyak Rp 19,59 miliar dengan volume perdagangan 64 juta saham. Asing melakukan jual bersih (net sell) hari ini atas saham Renuka mencapai Rp 31 juta di semua pasar.

Secara year to date saham Renuka sudah naik 25% dan sepekan terakhir naik 20%. Dalam 3 bulan terakhir, saham emiten yang pernah berbisnis batu bara ini sempat menyentuh level tertinggi pada awal Februari di level Rp 366/saham.


Penguatan harga saham Renuka berkaitan dengan ekspektasi bisnis barunya, yakni tambang emas akan prospek. Perseroan 
resmi diambilalih oleh Wilton Resources Holding Pte. Ltd (WRH) dan saat ini memiliki kepemilikan sebesar 96,95% atas perusahaan.

Pengambilalihan ini dilakukan melalui penerbitan saham baru (rights issue). WRH bertindak sebagai pembeli siaga rights issue tersebut. Perusahaan ini menyerap 15,06 miliar saham Renuka di harga Rp 250/saham yang nilainya setara dengan Rp 3,77 triliun. Transaksi ini telah diselesaikan pada 8 Februari 2019.


Adapun pemegang saham utama WRH ialah Wijaya Lawrence 23,91% yang merupakan pendiri dari WRH. Sisa saham WRH dipegang oleh Ngiam Mia Je Patrick 14,94%, Seah Cheong Leng dan Ng Suk Kian 8,43%, Winstet Chong Thim Phem 8,06%, dan Law Hui Kun 7,77%.

Dalam situs resmi Wilton disebutkan bahwa Wijaya Lawrence adalah pebisnis dan warga negara Indonesia yang kini menjadi chairman dan President Grup Wilton.


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading