Akuisisi Ophir di Protes dari London, Saham MEDC Melorot

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 February 2019 09:55
Akuisisi Ophir di Protes dari London, Saham MEDC Melorot
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terpantau perlahan melorot pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pagi, Jumat (22/2/2019) setelah diguyur sentimen bahwa akuisisi perusahaan migas yang berbasis di London berpotensi terkendala.

Data BEI mencatat pada perdagangan 09.33 WIB, saham MEDC minus 1,96% di level Rp 1.005/ saham dengan nilai transaksi Rp 13,26 miliar dengan volume 13,14 juta saham. Saham MEDC dalam sebulan terakhir sudah memberikan gain hingga 23% dengan kapitalisasi pasar Rp 17,93 triliun.


Selain itu, asing mulai menjual saham MEDC pada hari ini di semua pasar mencapai Rp 307 juta. Sebulan terakhir asing net sell saham perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro ini sebesar Rp 28 miliar.

Pada Rabu 30 Januari 2019, 
Medco Energi Global Pte Ltd, anak usaha Medco, resmi mengakuisisi seluruh saham perusahaan migas yang tercatat di London, Ophir Energy Plc, setelah sebelumnya ditolak pemegang saham karena harga dari Medco kemurahan.

Nilai akuisisi Medco atas saham Ophir mencapai 390,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 7,25 triliun (dengan asumsi 1 pound sekitar Rp 18.757 kurs Bank Indonesia).


Harga saham Ophir yang disepakati yakni 55 pence per saham, lebih tinggi dari harga penawaran Medco sebelumnya 48,50 pence yang ditolak pemegang saham Ophir. Kesepakatan itu diteken sehari sebelum tenggat waktu 31 Januari 2019 yang ditentukan sebelumnya.

Namun desas-desus jadinya transaksi ini pun mengemuka setelah beredar kabar dari media asing, Bloomberg, bahwa ada pertimbangan dari pemegang saham atas akuisisi tersebut.

Salah satu investor awal Ophir Energy Plc dan seorang bankir London yang berpengaruh, Ian Hannam, menulis pernyataan kepada Chief Executive Officer interim Ophir, Alan Booth, dan dewan direksi dan komisaris lainnya bahwa persetujuan penjualan Ophir ke Medco yang berbasis di Jakarta itu 
harganya terlalu rendah.


Hannam menekankan perlunya mempertimbangkan kembali kesepakatan tersebut. "Pemegang saham Ophir percaya pada nilai [akuisisi] yang lebih tinggi dan membuka kesempatan untuk me-roll over investasi mereka dengan dewan dan tim manajemen yang kredibel dan berpengalaman," tulis Hannam dalam surat, tertanggal 18 Februari, yang diperoleh Bloomberg.

(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading