Analisis Fundamental

Kapitalisasi Smartfren Semakin Tinggalkan XL & Indosat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
19 February 2019 11:05
Harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terus jadi incaran investor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terus menjadi incaran investor pasar modal. Kenaikan tajam harga saham dalam beberapa pekan terakhir membawa nilai kapitalisasi FREN semakin jauh meninggalkan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Padahal dari sisi aset, nilai aset milik Smartfren tidak ada setengahnya dari yang dimiliki XL Axiata dan Indosat.

Secara year to date, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham FREN tercatat naik 305% ke level harga Rp 316/saham. Pada level harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) FREN mencapai Rp 54,07 triliun.

Sementara nilai kapitalisasi saham XL Axiata senilai Rp 27,68 triliun dan Indosat dengan market cap Rp 19,78 triliun. Perbedaan nilai kapitalisasi pasar ini cukup jauh.


Padahal dari sisi aset, nilai aset FREN hanya Rp 25,54 triliuh. Bandingkan dengan nilai aset XL Axiata yang mencapai Rp 57,61 triliun dan aset Indosat yang mencapai Rp 51,63 triliun.

Pertanyaan mendasarnya, apakah mungkin emiten dengan nilai aset lebih kecil mengakuisisi emiten dengan aset lebih besar?

Jika pun terjadi akuisisi, rasanya agak tidak mungkin harga XL Axiata dan Indosat dihargai pada level harga pasar saat ini.

Inilah yang mungkin mendorong, harga saham XL Axiata dan Indosat menguat cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Tampaknya ada ekspektasi pascaakuisisi akan terjadi tender offer pada harga yang dinilai wajar.

Isu konsolidasi dan akuisisi di industri telekomunikasi tampaknya semakin kuat.

Pembicaraan konsolidasi tersebut tengah dilakukan dan melibatkan di antaranya Axiata, milik Grup Axiata Berhad Malaysia, Smartfren Telecom milik Sinar Mas Group, dan Indosat yang dikendalikan Ooredoo dari Qatar.

"Pada dasarnya saya sudah sering bicara di media bahwa semua operator, kecuali Telkom Group, sudah bicara satu sama lain tentang kemungkinan terjadinya konsolidasi," kata Direktur Utama XL Dian Siswarini kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan konsolidasi antar-operator telekomunikasi diperlukan untuk membuat industri lebih sehat. "Tapi saya tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut tentang hasil pembicaran tersebut [konsolidasi] karena ini adalah domain dari shareholder [pemegang saham]. Silakan tanyakan langsung ke shareholder," tegasnya.

Menurut informasi yang beredar luas pemilik Smartfren, Grup Sinarmas, sudah menyetujui rencana akuisisi ataupun penggabungan usaha.

Penjelasan CEO Smarfren Soal Konsolidasi Operator Telekomunikasi
[Gambas:Video CNBC]
(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading