Jual Menara, Saham Emiten Telekomunikasi Terus Melaju

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
06 September 2019 10:29
Hanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang melipir ke zona merah.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada awal sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (6/9/2019), mayoritas emiten telekomunikasi mencatatkan penguatan. Hanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang melipir ke zona merah.

Pada pukul 09:30 WIB harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) menguat , PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik 0,85%, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melesat 9,85%.

Salah satu katalis positif yang mendongkrak penguatan harga saham emiten telekomunikasi, terutama ISAT dan EXCL adalah kabar bahwa perusahaan sedang melakukan persiapan untuk menjual menara telekomunikasi (Base Tranceiver Station/BTS).

Sepanjang tahun 2019, ISAT diketahui memang memasang target belanja modal hingga Rp 10 triliun, di mana untuk memperoleh target tersebut manajemen perusahaan sedang dalam proses mengkaji penerbitan saham baru (right issue) dan penjualan sejumlah menara BTS.


"Protelindo yang didukung oleh Djarum Group, bersama Telkom Group milik negara, telah menunjukkan minat untuk mengakuisisi beberapa aset menara telekomunikasi dari Indosat," kata tiga orang yang mengetahui perkembangan kabar ini, dikutip Dealstreetasia.com.

Anggaran belanja modal perusahaan tahun ini diperuntukkan untuk membangun sebanyak 18.000 menara BTS jaringan 4G.

Lebih lanjut, sama halnya dengan ISAT, EXCL juga sedang dalam tahap persiapan menjual beberapa menara BTS yang dianggap tidak lagi strategis dan ketergantungan penggunaan jaringan atas menara tersebut sudah berkurang.

Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan Bin Ahmad Tajuddin mengatakan perusahaan saat ini masih memiliki 4.500 tower dan berencana menjual beberapa.

"Kami sedang merencanakan menjual tower ini, tapi kami masih dalam tahap persiapan. Kapan? Kalau bisa secepatnya tapi belum bisa dipastikan waktunya, pada waktu yang tepat nantinya," kata Adlan di kantornya, Kamis (5/9/2019).

Presiden Direktur EXCL Dian Siswarini sebelumnya mengatakan perusahaan tidak langsung menjual sisa tower tersebut karena dinilai masih strategis. Namun seiring ekspansi jaringan yang dilakukan, perusahaan tidak lagi bergantung pada tower ini sehingga bisa dijual.

Melansir laporang keuangan EXCL disebutkan bahwa pada tahun 2014 telah menjual menara ke pada PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dan pada tahun 2016 ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk. Total menara BTS yang dijual pada periode tersebut mencapai 6.000 unit.

Sementara itu, harga saham FREN melesat hari ini besar kemungkinan karena technical rebound. Pasalnya dari 26 Agustus hingga 3 September, saham perusahaan anjlok 26,75%.



TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading