Kredit Tumbuh 8-9%, Maybank Terbitkan Obligasi Rp 1 T

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
18 February 2019 - 17:05
Kredit Tumbuh 8-9%, Maybank Terbitkan Obligasi Rp 1 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana menerbitkan obligasi senilai sekitar Rp1 triliun tahun ini. Penerbitannya akan berlangsung pada semester II sambil menanti kepastian kondisi ekonomi pasca pemilu. 

"Penerbitan obligasi pastinya ada tahun ini. Kita lihat apakah pertumbuhan cukup baik sehingga bisa dongkrak kredit sehingga kebutuhan likuiditas akan menyesuaikan," kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia saat konferensi pers kinerja tahun 2018, Senin (18/2/2019). 

Sebelumnya, BNII telah menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada Oktober tahun lalu. Seluruh dana hasil penerbitan itu digunakan oleh perusahaan untuk memberikan penyaluran kredit kepada konsumennya.


Thilagavathy Nadason, Direktur Keuangan Maybank Indonesia memastikan pihaknya baru akan menerbitkan obligasi bila kredit mengalami pertumbuhan sekitar 8%-9% di semester I tahun ini. Diketahui, kuartal I 2018 lalu kredit Maybank Indonesia hanya bertumbuh hampir 4%.


"Kalau consumer spending tidak bergerak pasti tidak akan ada peningkatan obligasi karena tidak ada peningkatan kredit. Secara garis besar, kalau pertumbuhan kredit di semester I year-on-year (YoY) bisa mencapai 8%-9% kita pasti akan kembali ke pasar di semester II," kata Thila pada kesempatan yang sama. 

Di semester I, pihaknya juga masih akan melihat situasi politik. Sehingga, Maybank Indonesia cenderung akan wait and see dulu. Penerbitan obligasi diharapkan bisa dilakukan pada September-Oktober. 

Pada 2018. Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak dan PATAMI tumbuh 20,5% dan 21,6% masing-masing menjadi sebesar Rp3,03 triliun dan Rp2,19 triliun. Hal itu didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,2% dan penurunan biaya pencadangan sebesar 38,6%. 

Pertumbuhan kredit di 2018 tercatat sebesar 6,3%. Non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,59% per Desember 2018. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 3,7% menjadi sebesar Rp116,8 triliun akibat likuiditas mengetat di sepanjang 2018. 



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading