Avtur Mahal, Pertamina akan Hitung Ulang Harga Jual

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
14 February 2019 09:16
Avtur Mahal, Pertamina akan Hitung Ulang Harga Jual
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina yang menjadi satu-satunya perusahaan penyedia avtur bagi maskapai di seluruh Indonesia tengah disorot. Belakangan Pertamina jadi pesakitan karena dituduh jadi biang kerok kenaikan harga tiket pesawat karena menjual avtur kemahalan dan memonopoli bisnisnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan saat ini masih dikaji lebih jauh apakah harga avtur masih bisa turun atau tidak. Adapun formula terbaru dalam perhitungan margin juga masih dibicarakan.

"Begini, kan baru saja Pak Menteri ESDM (Ignasius Jonan) mengeluarkan formula (harga avtur). Jadi formula harga itu disiapkan, sehingga dari cost bisa mendapatkan margin maksimum 10%," kata Rini di Kantor Wapres, Rabu (13/2/2019).

"Nah dengan itu, karena sekarang MOPS [Mean of Platt Singapore] itu lagi menurun, jadi kami sedang melihat, kelihatannya ini kalau (avtur) bisa turun, turunnya berapa," tambah Rini.


Memang, sebelumnya, terkait hal ini, jajaran direksi Pertamina pun merespons dan berencana menurunkan harga avtur. "Tim sedang bekerja, mudah-mudahan satu dua jam lagi akan ada pengumuman bagus. Berita bagus lah sesuai dengan regulasi," ujar Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid saat dijumpai di Kementerian BUMN, Selasa (12/2/2019).

Mas'ud memaparkan harga avtur disesuaikan dengan formula baru yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Sebagai gambaran, Pertamina menawarkan avtur dengan harga paling murah pada level Rp 8.210/liter di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Sebaliknya, harga avtur tertinggi berada di level Rp 10.980/liter untuk Kawasan Indonesia Timur seperti Biak, Papua dan Ambon, Maluku.

Harga avtur yang dinyatakan berlaku sampai dengan 14 Februari tersebut belum memasukkan pajak penambahan nilai (PPn) dan pajak pembelian. Level harganya pun beragam bergantung pada posisi atau lokasi penjualan. Ada setidaknya 13 tingkat harga yang ditawarkan.

Jika dirata-rata, maka dapat ditemukan bahwa harga avtur Pertamina tersebut berada di level Rp 9.671/liter.

Untuk membandingkan, harga avtur Jet A rata-rata di Asia Pasifik dibanderol sebesar 77 dolar AS per barel atau setara Rp 6.850 per liter dengan asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS. Disparitas harga yang terlalu lebar membuat maskapai menanggung ongkos yang terlalu mahal.

Selain itu, terkait masalah monopoli, sebenarnya soal penjualan avtur sudah diatur sejak lama oleh pemerintah, tepatnya bisa dibuka kembali aturan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Nomor 13/P/BPH Migas/IV/Tahun 2008 tentang pengaturan dan pengawasan atas pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak penerbangan di bandar udara.

Dalam aturan itu disebut bahwa penjualan avtur dibuka untuk badan usaha, artinya tidak terbatas untuk PT Pertamina (Persero).

Adapun, Direktur Jenderal Migas ESDM Djoko Siswanto menuturkan, sampai saat ini memang belum ada izin untuk badan usaha BBM lain selain Pertamina dalam menjual avtur, hal ini tergantung dari pihak bandara. "Urutannya mereka dapat izin dulu dari bandara," pungkas Djoko.


JK Beri Lampu Hijau Pemain Lain Jual Avtur
[Gambas:Video CNBC] (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading