Akuisisi Packdat dari Singapura? Ini Jawaban Passpod

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 February 2019 12:35
Akuisisi Packdat dari Singapura? Ini Jawaban Passpod
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten digital travel, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod dikabarkan merampungkan akuisisi perusahaan startup rencana perjalanan asal Singapura, Packdat, guna meningkatkan kapasitas perusahaan dan perluasan bisnis di Asia Tenggara.

Dikutip dari Dealstreetasia, Passpod sudah mengakuisisi startup Packdat, meskipun belum diungkapkan secara ditel proses akuisisi tersebut. Namun jika membuka situs resmi Packdat, belum ada informasi terbaru, hanya ada pengumumam 'under construction'.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, harga saham YELO naik 1,01% jelang penutupan perdagangan sesi I pada Senin (11/2/2019) di harga Rp 400/saham. Namun dalam 3 bulan terakhir, saham YELO yang listing di BEI pada 29 Oktober 2018 ini minus 15,25%.


Dihubungi terpisah, Direktur Utama Passpod Hiro Whardana menegaskan pihaknya bersama Packdat memang sudah menjalin kerja sama. Hanya saja belum ada rencana akuisisi.

"Tidak [tak ada akuisisi]. Kami dan Packdat saat ini ada kerja sama strategis, belum sampai akuisisi," kata Hiro kepada CNBC Indonesia.

Kerja sama yang dimaksud yakni Packdat memiliki fitur itinenary (rencana perjalanan) untuk wisata grup. "Fitur itu yang coba kami integrasikan dengan aplikasi Passpod. Sampai saat ini integrasi tersebut belum rampung karena memang masih proses," katanya.

Hiro mengatakan pada dasarnya semua opsi dalam rangka pengembangan perusahaan selalu terbuka, baik itu membeli solusi yang sudah mature (matang), kerja saja strategis, maupun anorganik dengan akuisisi.

"Karena fokus kami di Passpod memberikan pengalaman terbaik untuk para traveler ke luar negeri dan dilakukan dengan cepat mengingat sebagai perusahaan startup kami harus tetap agile [tangkas]. Namun Passpod belum melakukan akuisisi apapun baik dalam maupun luar negeri."

Saham YELO di BEI cenderung naik turun berfluktuasi. Bahkan pada saat pencatatan perdana 29 Oktober 2018, saham perusahaan alumni dari IDX Incubator ini sempat terkena batas atas (auto reject) ketika transaksi perdagangan sahamnya melejit. 

Passpod ketika itu melepas 130 juta saham atau setara 34,21% dari total modal dan disetor penuh perusahaan.
  Dengan menawarkan saham senilai Rp 376/saham, Passpod meraih dana senilai Rp 48,8 miliar.

Sebesar 
68,10% dana hasil IPO digunakan perseroan untuk pengadaan billing management system dan perangkat SIM bank, 3,69% digunakan untuk research dan development (R&D) serta sisanya 28,21% digunakan untuk modal kerja berupa pembelian modem dan power bank.

Dengan bidang usaha digital travel, Passpod memiliki tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, artificial inteligent (AI) dan big data serta global connectivity.

Sepanjang 2017, jumlah pengguna modem Passpod telah mencapai 100 ribu orang dengan total sewa 32.420 hari. Dengan jaringan 4G miliknya, modem Passpod bisa diakses ke lebih dari 70 negara di dunia. Sejak beroperasi di tahun 2016, jumlah pelanggan Passpod naik 700% menjadi 58.500 per Juni 2018.

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading