Refinancing, Intiland Raih Kredit Rp 2,8 T dari 2 Bank

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
31 January 2019 18:00
Refinancing, Intiland Raih Kredit Rp 2,8 T dari 2 Bank
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pengembangan properti PT Intiland Development Tbk (DILD) meraih fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp 2,8 triliun dari dua bank nasional yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Fasilitas kredit sindikasi itu diberikan dengan tenor 8 tahun, rinciannya dari BBNI sebesar Rp 1,63 triliun atau 58,33% dan dari BBCA sebesar Rp 1,17 triliun (41,67%) dengan tingkat bunga 10,5%.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan pemberian fasilitas pembiayaan ini adalah wujud kepercayaan sektor perbankan dan keuangan terhadap prospek usaha Intiland.


"Kredit sindikasi ini berdampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencan-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha, memperkuat struktur keuangan, dan meningkatkan kinerja usaha," katanya dalam saran pers di Jakarta, Kamis (31/1/2019). 

Dia mengatakan pemberian fasilitas ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang terjadi sejak September 218 dan diteken bersama kedua bank tersebut pada 21 Desember 2018.

Kredit sindikasi ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk mendanai ulang atau refinancing dan menambah modal kerja. Dana itu untuk refinancing pinjaman dari 8 bank dan melunasi utang obligasi jatuh tempo tahun ini.

Total pinjaman bank yang dibiayai ulang sebesar Rp 2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp 428 miliar dan untuk working capital sekitar Rp 221,67 miliar.

"Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, kami punya ruang lebih longgar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha," kata Archied.

Pada 2016, perseroan menerbitkan obligasi II senilai Rp 590 miliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp 428 miliar dengan tingkat bunga 10,75% dengan tenor tiga tahun dan Obligasi Seri B memiliki tenor lima tahun senilai Rp 162 miliar dengan kupon 11%.

"Obligasi seri A akan jatuh tempo pada 29 Juni 2019. Saat ini dana dari fasilitas kreditnya sudah siap, tinggal menunggu pembayaran pada saat jatuh tempo." (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading