Harga CPO Kembali Amblas Jelang Libur Panjang

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
31 January 2019 15:13
Harga CPO Kembali Amblas Jelang Libur Panjang
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) hari ini (31/1/2019) kembali melemah.

Hingga pukul 14:45 WIB, harga CPO kontrak April di Bursa Derivatif Malaysia melemah sebesar 0,48% ke posisi MYR 2.292/ton, setelah ditutup menguat 0,39% pada perdagangan kemarin (30/1/2019).

Sejak pekan lalu, harga CPO sudah turun sebesar 0,22% secara point-to-point. Sedangkan performa tahunan komoditas agrikultur andalan Indonesia ini tercatat menguat sebesar 8,06%.




Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap dolar menjadi salah satu faktor yang membuat harga CPO terpeleset hari ini. Hingga pukul 14:45 WIB Ringgit Malaysia telah terapresiasi sebesar 0,44% terhadap dolar.

Dengan semakin mahalnya Ringgit, maka harga sawit bagi pemegang mata uang selain ringgit juga akan relatif lebih mahal. Sebab kontrak komoditas CPO ditransaksikan dalam Ringgit.

Selain itu, meskipun nilai ekspor minyak sawit Malaysia tercatat meningkat sepanjang Januari dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun jumlahnya ternyata berada di bawah ekspektasi pasar.

Sebagai informasi, sureyor kargo Intertek Testing Services mencatan kenaikan volume ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 14,7%, sedangkan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri mencatat peningkatan sebesar 15,5%.

"Angka-angka ekspor yang dirilis berada di bawah angka rumor yang beredar di pasar. Selai itu kekuatan Ringgit juga menekan harga," kata pialang kontrak berjangka yang berbasis di Kuala Lumpur, mengutip Reuters.

Di sisi lain, harga minyak kedelai yang terkoreksi 0,2% hari ini juga memberi tekanan pada harga minyak sawit. Pasalnya, minyak kedelai merupakan salah satu produk substitusi minyak sawit, yang menyebabkan pergerakan harganya saling berkorelasi positif.

Namun demikian, menjelang libur tahun baru Imlek yang membuat pasar akan tutup pada tanggal 5-6 Januari, pelaku pasar cenderung menutup posisi short, membuat setidaknya tidak terjadi aksi jual besar-besaran.

Prediksi volume produksi minyak sawit Indonesia yang hanya naik 1 juta ton tahun ini juga memberikan energi positif bagi CPO. Pasalnya, tahun 2018 produksi sawit tanah air melonjak 5,5 juta ton yang mengakibatkan cadangan melimpah.

Faktor musiman yang membuat produksi sawit turun di sepanjang Desember-Maret juga ikut mempengaruhi pergerakan harga CPO.

Melambatnya tingkat produksi sawit menjadi berkah bagi harga CPO, sebab cadangan minyak sawit yang menumpuk akhir tahun lalu dapat dikurangi dan membuat faktor fundamental (pasokan-permintaan) sawit bisa lebih seimbang.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading