Terus Digoyang, Saham Indosat Kembali Melesat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
28 January 2019 10:03
Terus Digoyang, Saham Indosat Kembali Melesat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) pada perdagangan pagi ini, Senin (28/1/2019) kembali melesat. Sepanjang tahun berjalan hingga pekan terakhir Januari 2019, harga saham operator telekomunikasi milik Ooredoo ini, tercatat sudah naik 76,26%.

Pagi ini, harga saham ISAT tercatat naik 11,11% ke level Rp 3.000/saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 11,39 juta saham senilai Rp 33,04 miliar.

Dalam sepekan ini, harga saham ISAT naik 42,11% dan dalam satu bulan naik 75,74%. Ini menunjukkan penguatan harga saham tersebut terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Pekan lalu, Indosat resmi menerbitkan obligasi dan sukuk korporasi senilai Rp 10 triliun. Rinciannya, obligasi berkelanjutan III senilai Rp 7 triliun dan sukuk senilai Rp 3 triliun.


Untuk obligasi berkelanjutan III, Pada tahap I akan diterbitkan senilai Rp 1,5 triliun yang diterbitkan dalam 5 seri. Seri A dengan tenor 1 tahun kisaran kupon 7,25%-8,25%.

Lalu seri B dengan tenor 3 tahun tingkat kupon ditetapkan 8,50%-9,50%, Seri C dengan tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 8,75%-9,75%, Seri D dengan tenor 7 tahun dengan tingkat kupon 9,25%-10,25% dan Seri E dengan tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 9,50%-10,50%.

Sementara itu, untuk sukuk ijarah berkelanjutan 3, untuk tahap I diterbitkan senilai Rp 500 miliar. Sukuk ini juga akan diterbitkan dalam lima seri.

Berdasarkan penjelasan manajemen, dana dari obligasi dan sukuk ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur.

Presiden Direktur Indosat Chris Kanter mengatakan saat ini perusahan mendapat peringkat dari Pefindo dan Fitch Ratings dengan predikat AAA dengan outlook stabil.

"2018 industri telekomunikasi mengalami turbulensi karena aturan regstrasi katu perdana, indstri telko saat ini akan tumbuh di atas 4%-6% dalam tiga tahun ke depan dan layanan data, porsinya 71% dari pendapatan. indusrti akan tumbuh dseiring peningkatan layanan data," kata Chris. (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading