IHSG Berpotensi Menguat, Pantau Aksi 5 Emiten Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 January 2019 08:06
IHSG Berpotensi Menguat, Pantau Aksi 5 Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri perdagangan Senin (21/1/2019) dengan penguatan sebesar 0,042% ke level 6.450,83.

Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham lain di Asia yang juga diperdagangkan di zona hijau. Indeks Nikkei menguat 0,26% disusul kenaikan indeks Hang Seng dan Shanghai Komposit masing-masing sebesar 0,39% dan 0,56%. Sedangkan, Strait Times ditutup terkoreksi 0,12%.

Sepanjang perdagangan kemarin, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 8,40 triliun dengan volume sebanyak 12,37 miliar unit saham dan frekuensi sebanyak 465,941 kali.

Ada beberapa peristiwa pada emiten-emiten dan layak disimak oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Selasa (22/1/2019), dibuka.

Butuh Modal, Wijaya Karya Terbitkan Perpetual Bond Rp 1,4 T

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kembali menawarkan obligasi bunga abadi (perpetual bond) yang disempat ditawarkan di tahun lalu. Kali ini jumlah yang ditawarkan nilainya mencapai Rp 1,4 triliun dari total rencana penerbitan sebelumnya senilai Rp 2 triliun.


Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih mengatakan di penawaran kedua ini akan perusahaan akan menawarkan setara dengan jumlah yang belum diserap investor di akhir tahun lalu. Masa penawarannya dimulai awal bulan ini dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2019. "Maksimal Rp 1,4 triliun lagi tambahannya. [Masa penawarannya] dari awal bulan sampai akhir bulan ini," kata Steve kepada CNBC Indonesia, Senin (21/1/2019).

TOWR Konsolidasi Bisnis, Alihkan Saham Anak Usaha Rp 323 M

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melakukan penataan struktur bisnis anak-anak usahanya yang bergerak di bidang fiber optik. Transaksi yang dilakukan berupa pengalihan nilai saham sebanyak 924.999 dengan nilai transaksi mencapai Rp 323,66 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), bisnis usaha yang dialihkan adalah saham dari PT Quatro Internasional kepada PT Iforte Solusi Infotek. Kedua perusahaan ini merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung oleh TOWR melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Jual 2 Anak Usaha, Leo Investments Caplok 51% Saham Sarana

Perusahaan investasi PT Leo Investments Tbk (ITTG) berencana melakukan penyertaan saham ke perusahaan penyedia peralatan migas dan petrokimia PT Sarana Instrument sebanyak 830 saham baru atau 51% saham dengan nilai mencapai Rp 24,59 miliar.

Sekretaris Perusahaan Leo Investments dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/1/2019), mengungkapkan dana pembelian saham tersebut akan diperoleh dari divestasi dua anak usaha perseroan yakni PT Leo Resources dan PT Lion Nickel.

"Perseroan berencana melakukan penyertaan 830 lembar saham baru di Sarana, dengan nominal Rp 1 juta per saham, atau Rp 830 juta dengan nilai penyertaan Rp 24,59 miliar," tulis manajemen Leo Investments.

Cari Dana Rp 534 M, J Resources Siap Private Placement

Emiten pertambangan emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan saham baru dalam rangka penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan permodalan perusahaan, keperluan korporasi umum, dan meningkatkan jumlah saham beredar guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Berdasarkan prospektus yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, perusahaan akan menerbitkan sebanyak banyaknya 2,64 miliar saham yang setara dengan kepemilikan sebesar 10%.

Menurut asumsi yang dilakukan perusahaan dengan memakai harga saham pada 31 Desember 2018 yakni di level Rp 202/saham, J Resources akan memperoleh dana segar senilai Rp 534,49 miliar atau setara dengan US$ 36,90 juta, dengan kurs Rp 14.481/US$ pada tanggal yang sama.

Kebut Jargas dan Pipa 10 Ribu KM, Ini Strategi PGN di 2019

Setelah resmi mengakuisisi 51% saham PT Pertamina Gas atau Pertagas, PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) telah menyusun strategi guna menjalankan peran selaku Sub Holding Gas.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menuturkan, perusahaan akan melaksanakan program kerja yang efektif, antara lain, katanya, pengembangan segmen distribusi di pasar utama dan optimalisasi operasi dan aset di Jawa bagian Barat dan Timur termasuk penyelesaian jalur pipa di beberapa lokasi.

Selain itu, sebagai Sub Holding Gas, PGN juga akan melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian Jargas. Target hingga 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional, jarga yang terbangun mencapai 4,7 juta SRT (sambungan rumah tangga). Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading