Demi Restrukturisasi, Tiga Pilar Tagih Utang Rp 1,76 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 January 2019 14:14
Demi Restrukturisasi, Tiga Pilar Tagih Utang Rp 1,76 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Tiga Pilar Sejahtera Good (TPS Food Group) akan melakukan penagihan utang kepada sedikitnya 6 distributor perseroan dengan nilai tunggakan utang mencapai Rp 1,76 triliun.

Corporate Legal Manager PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) Budiyanto mengatakan jika para distributor berkomitmen membayar utang-utangnya kepada TPS Good Group, maka manajemen perseroan optimistis proses restrukturisasi akan berjalan baik dan bisa memulihkan kinerja perusahaan.

Pasalnya, utang para distributor tersebut mewakili 86% dari piutang TPS Food per Desember 2017. Dengan demikian, penagihan tersebut adalah jalan keluar yang dipandang direksi dapat membantu menyelamatkan perusahaan mengingat total utang dalam proses PKPU (Penundaan Kembali Pembayaran Utang) yang telah diverifikasi mencapai Rp 2,25 triliun.

"Sebagai langkah awal, upaya yang dilakukan adalah melakukan penyelidikan ketat dan penagihan utang yang dimiliki oleh distributor-distributor," kata Budiyanto dalam siaran persnya.

Manajemen TPS Food Group juga membantah kabar bahwa anak usahanya, PT Putra Taro Paloma, yang memproduksi produk makanan ringan merek Taro, bangkrut atau pailit. Faktanya, Putra Taro masih menjalani proses PKPU.

Lebih lanjut Budiyanto mengatakan para distributor itu merupakan perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki afiliasi dengan Joko Mogoginta dan Budhi Istanto Suwido yang adalah mantan direksi dari Tiga Pilar Sejahtera, sebagaimana terlihat dalam laporan keuangan AISA tahun 2017.

Saat ini perusahaan consumer goods yang juga masuk ke bisnis beras ini dipimpin oleh Hengky Koestanto. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada akhir Desember 2018, Hengky menegaskan manajemen akan berkomitmen aktif memulihkan kinerja perusahaan.

Saham emiten berkode AISA ini masih dihentikan sementara (suspensi) karena terlambat menyampaikan laporan keuangan audit semester pertama 2018.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading