Dibilang Mahal, Ini Perbandingan Biaya LRT di Dunia

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 January 2019 17:50
Dibilang Mahal, Ini Perbandingan Biaya LRT di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) mulai ramai, padahal konstruksi Tahap I proyek tersebut sudah mencapai 56,1%.

Manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengungkapkan biaya pembangunan LRT Jabodebek adalah sebesar Rp 673 miliar/kilometer (km), sudah termasuk sarana dan prasarana.

Sebagai perbandingan, untuk pembangunan LRT Manila, Filipina dananya senilai Rp 904 miliar/km, Malaysia sebesar Rp 807 miliar/km, Pakistan Rp 797 miliar/km dan Dubai Rp 1,02 triliun/km.

Untuk proyek yang sama di Kanada dan Amerika Serikat masing-masing menelan dana Rp 2,19 triliun dan Rp 688 miliar/km.

"Per kilometer itu [Rp 673 miliar], kita cukup kompetitif ketimbang proyek lain yang sejenis," kata Pundjung di Pabrik Precast LRT Pancoran, Jakarta, Senin (14/1).

Jumlah biaya tersebut sudah mencakup biaya untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) dan biaya operasional (operational expenditure/opex). Pembiayaan ini juga mempertimbangkan jenis pekerjaan yang dilakukan dan teknologi yang digunakan dalam membangun.

Menurut Pundjung, dalam melakukan kajian sebelum pembangunan dilakukan, pilihan dengan skema elevated paling murah jika dibandingkan dengan pembangunan di atas tanah atau di bawah tanah (underground).


Sebelumnya Wakil Presiden mengkritik proyek tersebut. "Siapa konsultannya ini yang bikin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer. Kapan kembalinya (modalnya)? Kalau dihitungnya seperti itu," ujar JK seperti dilaporkan detik.com, Sabtu (12/1/2019).


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading