Saham Apple Terjun Bebas 10%, Terburuk Sejak 2013

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
04 January 2019 07:08
Saham Apple Terjun Bebas 10%, Terburuk Sejak 2013
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Apple amblas hampir 9,96%, Kamis (3/1/2019), sehari setelah perusahaan pembuat iPhone itu menurunkan proyeksi pendapatannya karena melambatnya penjualan.

Sahamnya diperdagangkan di US$142,19 (Rp 2 juta) pada penutupan perdagangan dan merupakan level harga terendahnya sejak Juli 2017. Kejatuhan itu membuat Apple mencatatkan perdagangan harian terburuknya sejak Januasri 2013 dan melanjutkan tren penurunan di akhir tahun ke 2019.



Apple telah kehilangan 30% nilainya sepanjang kuartal keempat 2018 lalu, CNBC International melaporkan.


Kerugian di hari Kamis itu membuat nilai pasar saham Apple anjlok ke bawah US$700 miliar dan berada di belakang kapitalisasi pasar induk Google, Alphabet, untuk menempati posisi keempat valuasi terbesar di pasar saham Amerika Serikat (AS). Padahal, raksasa teknologi itu menjadi yang teratas dalam hal kapitalisasi pasar dua bulan lalu.

Perusahaan telah kehilangan valuasi pasar senilai US$450 miliar sejak mencapai rekor US$1,1 triliun tahun lalu.

Saham Apple Terjun Bebas 9% Lebih, Terburuk Sejak 2013Foto: Pergerakan saham Apple, Kamis (3/1/2019) Foto: CNBC

Hingga penutupan perdagangan hari Kamis, Apple telah kehilangan 17% nilai sahamnya dalam 12 bulan terakhir dan hampir 40% sejak posisi tertinggi 52 pekannya.

Apple pada hari Rabu menyebut pelemahan ekonomi China dan rendahnya upgrade pengguna ke iPhone model baru sebagai alasan penurunan proyeksi pendapatan. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan kuartalan yang berakhir 29 Desember sebesar US$84 miliar (Rp 1.210 triliun) dibandingkan perkiraan sebelumnya US$89 miliar hingga US$93 miliar.

Para analis memperkirakan raksasa teknologi itu akan mencetak pendapatan US$91,3 miliar, menurut konsensus dari FactSet.



Gara-gara Apple, indeks-indeks utama Wall Street ikut rontok hari Kamis. Dow Jones Industrial Average amblas 660,02 poin atau 2,8% dipimpin anjloknya saham Apple. Indeks ini sempat rontok hingga 707,83 poin sesaat sebelum perdagangan ditutup, tulis CNBC International.

S&P 500 terperosok 2,47% dengan sektor teknologi yang babak belur 5,07%. Nasdaq Composite turun tajam 3% setelah saham Apple terjun bebas hampir 10%.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading