APPI Prediksi Banyak Aksi Merger Multifinance, Kenapa?

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
02 January 2019 13:02
Tahun ini akan banyak aksi korporasi suntikan modal dan merger di industri multifinance.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi Suwandi Wiratno memprediksi tahun ini akan banyak aksi korporasi penambahan modal dan merger di industri multifinance. Hal ini terjadi karena Multifinance harus memenuhi aturan permodalan OJK sebesar Rp 100 miliar tahun ini.

"Tahun 2019 ini akhir tahun ....jadi perusahaan yang [modal] di bawah Rp 100 miliar tentu harus ya siap-siap modal disetornya ditambah. Mungkin merger atau mencari investor baru," ujar Suwandi Wiratno di Gedung BI, Rabu (2/1/2019).

Asal tahu saja, aturan permodalan multifinance Rp 100 miliar di akhir 2019 dibuat oleh 12 tahun lalu. Hingga Oktober 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 188 multifinance yang berizin di mana 50 perusahaan di antaranya belum memenuhi ketentuan modal minimum Rp 100 miliar.


Dalam aturan yang terbit tahun 2006 silam aturan permodalan Rp 100 miliar hanya berlaku bagi perusahaan multifinance yang didirikan setelah aturan berlaku. Tetapi pada 2014 muncul aturan baru yang mewajibkan perusahaan multifinance eksisting untuk memiliki modal minimum Rp 100 miliar di akhir 2019.

Multifinance yang tidak memenuhi aturan permodalan akan dijatuhi sanksi berupa pencabutan izin usaha.

Tahun ini APPI memprediksi industri multifinance akan menerapkan target bisnis konservatif. Pembiayaan diprediksi hanya tumbuh 7% sedangkan aset tumbuh 9-10%.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading