Likuiditas Ketat, Multifinance Pilih Strategi Konservatif

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
02 January 2019 12:31
Tahun ini target pembiayaan industri multifinance diprediksi tumbuh 7% dan aset tumbuh 9-10%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan industri multifinance menerapkan target pertumbuhan konservatif tahun ini. Pembiayaan hanya tumbuh 7% dan aset tumbuh 9-10%.

Suwandi Wiratno menjelaskan salah satu penyebab target konservatif ini adalah karena proyeksi kebutuhan pembiayaan alat berat yang masih lemah karena penurunan harga batu bara meski penjualan sepeda motor akan tumbuh sedikit meningkat proyeksinya.

Selain itu, pelaku industri mencermati masalah likuiditas dan kebijakan suku bunga acuan Amerika dan Bank Indonesia (BI). Bank sentral sudah menaikkan bunga acuan yang akan berpengaruh pada bunga pembiayaan yang akan ditanggung nasabah multifinance.


"Nasabah yang akan ambil kendaraan (dari multifinance) harus disesuaikan bunganya," jelas Suwandi Wiratno.

Selain itu, faktor pemilihan umum (pemilu). "Kita mesti cermati 4 bulan pertama ini apakah pesta demokrasi ini meningkatkan penjualan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat karena pembiayaan ini yang paling mendomonasi kegiatan usaha pembiayaan," jelas Suwandi Wiratno.

Hingga Oktober 2018, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross multfinance di kisaran 3,1% - 3,2%.



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading