Said Didu: Jangan Sampai Pejabat BUMN Diisi Penjilat

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
28 December 2018 15:13
Said Didu: Jangan Sampai Pejabat BUMN Diisi Penjilat
Jakarta, CNBC Indonesia - Paska dicopot sebagai komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Said Didu buka suara terkait proses pemberhentiannya. Proses pemberhetian yang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai tak transparan dan tidak dilakukan sesuai kebiasaan.

"Menteri BUMN menilai saya sudah tidak sejalan. Saya tidak mengerti maksudnya. Ini pertama kali dalam pergantian komisaris BUMN diberhetikan sebagai komisaris saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," kata Said kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/12/2018).

Menurut Said, jika Kementerian BUMN bersikap seperti ini, maka jajaran direksi bursa akan diisi oleh pejabat-pejabat yang pintar "menjilat". "BUMN tidak lagi mementingkan kinerja orang, berarti yang bisa menjadi pejabat BUMN adalah yang suka-suka menjilat. Karena yang dicari adalah yang sejalan," tegas Said.

Said mengakui bahwa selama ini dirinya kritis berkomentar jika ada pihak-pihak yang berupaya untuk mengganggu dan merugikan BUMN. "Dari saat saya menjabat di Kementerian BUMN saya selalu kritis, tidak hanya saat ini saja," ujarnya lagi.


Salah satu kritik terbaru dari Said Didu adalah akuisisi PT Freeport Indonesia oleh PT Inalum, BUMN holding tambang. Inalum juga induk usaha dari Bukit Asam.

Dalam RUPSLB Bukit Asam pada Jumat (28/12/2018) di Hotel Borobudur menggelar dua agenda, yakni penggantian pengurus dan penyampaian kinerja sampai dengan Triwulan III tahun 2018.

Said Didu yang sebelumnya menjadi komisaris, resmi dicopot melalui RUPSLB ini. Secara rinci, perseroan mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi serta mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan Muhammad Said Didu. (hps/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading