Ekonomi AS Berpotensi Melambat, Bursa Tokyo Turun 0,53%

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
05 December 2018 14:49
Ekonomi AS Berpotensi Melambat, Bursa Tokyo Turun 0,53%
Tokyo, CNBC Indonesia - Bursa saham Tokyo ditutup melemah pada perdagangan Rabu (5/12/2018), menyusul anjloknya Bursa Amerika Serikat (AS) karena kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi AS dan investor sedang menunggu rilis data tenaga kerja AS.

Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,53% (116,72 poin) menjadi 21.919,33, sedangkan indeks Topix yang lebih luas juga turun 0,53% (8,71 poin) menjadi 1.640,49.

Pada penutupan perdagangan Selasa, Wall Street anjlok karena imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun lebih tinggi dari imbal hasil obligasi AS lima tahun. Hal ini mengindikasikan adanya potensi perlambatan ekonomi dan jatuhnya AS ke dalam resesi ekonomi.
  
"Ini bukan hanya tentang kurva imbal hasil," kata Ray Attrill, ahli strategi di National Australia Bank, melansir AFP. Ada juga "keraguan apakah jabat tangan Trump-Xi Jinping dan menyetujui moratorium kenaikan tarif lanjutan selama 90 hari berakhir bahagia."


Dolar ditransaksikan di 113,00 yen di perdagangan Asia, dibandingkan 112,78 yen di New York dan 113,15 yen di Tokyo pada Selasa malam.
 
Dalam perdagangan hari ini, harga saham raksasa obat Takeda naik 1,07% menjadi 4.240 yen setelah para pemegang saham perusahaan menyetujui rencana untuk akuisisi perusahaan farmasi Irlandia, Shire senilai US$ 60 miliar. Langkah akuisisi itu merupakan pengambilalihan asing terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan Jepang.
 
Namun, saham-saham yang terkait dengan China malah berguguran, di mana saham pembuat robot industri Fanuc anjlok 3,41% menjadi 17.955 yen dan produsen komponen elektronik Rohm turun 1,47% pada 8.030 yen.
 
Saham bank juga turun, saham Mitsubishi UFJ turun 0,87% dan berakhir pada 610,9 yen, Sumitomo Mitsui Financial turun 0,46% pada 4.080 yen dan Mizuho Financial turun 0,48% pada 185 yen.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading