Sudah Turun Banyak, Saham Konstruksi Mulai Melesat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
29 November 2018 10:28
Pemodal tampaknya mulai merespons soal rencana pembentukan induk usaha dan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dari sektor konstruksi melesat pada perdagangan hari ini. Pemodal tampaknya mulai merespons soal rencana pembentukan induk usaha dan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur.

Harga saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) naik 6,93% ke level Rp 1.775/saham. Year to date saham PTPP masih berkinerja negatif 32,77%.

Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 5,36% ke level Rp 1.475/saham. Dari awal tahun saham WIKA turun 4,84%.

Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik 2,97% ke level Rp 1.560/saham. Year to date harga saham WSKT masih turun 29,64%.


Analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo memberikan rekomendasi netral untuk saham-saham dari sektor konsturksi. Kinerja sektor ini dibawah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan, karena memburuknya arus kas dan pertumbuhan permintaan pengerjaan konstruksi yang sudah mencapai punca.

Adi menjelasankan, piutang sebagai salah satu risiko utama bagi kontraktor milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah mencapai Rp 125,7 triliun, nilai tertinggi sepanjang sejarah yang dibukukan dalam 9 bulan 2018. Nilai piutang tersebut melampaui nilai kapitalasi saham-saham konstruksi yang tercatat sebesa Rp 77 triliun.

"Kami mengkategorikan piutang sebagai suatu risiko (RAR) dari Pemerintah, HK, dan BUMN karena ada potensi tinggi penundaan pembayaran," kata Adi.

Dari sisi kontrak baru, PTPP tercatat paling menjanjikan. Nilai kontrak baru PTPP Rp 35,3 triliun naik 5,4% yoy; setara 72,04% target 2018. WIKA senilai Rp28,5 triliun turun -17,8% yoy; setara 49,1% target 2018 dan WSKT senilai Rp14 triliun turun -69% yoy; setara 28% target 2018.


(hps/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading