Garap Kereta Cepat, WIKA Butuh Baja Khusus

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 November 2018 11:22
Garap Kereta Cepat, WIKA Butuh Baja Khusus
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyebutkan akan meminta spesifikasi khusus untuk baja yang akan digunakan untuk pembangunan lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung. Jumlah baja yang dibutuhkan mencapai 280 ribu ton.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan secara garis besar, baja yang diproduksi PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sudah memiliki standar nasionalnya, namun untuk pembangunan kereta cepat ini dibutuhkan spesifikasi khusus yang nantinya akan dibicarakan oleh kedua pihak.

"Karena kita butuh untuk keperluan di kereta cepat itu besarannya di Wijaya karya sekitar 280.000 ton dan itu memang ada spesifikasi khusus dengan elastisitas tertentu yang sekarang masih dalam pembahasan antara Wijaya Karya dengan Krakatau Steel," kata Tumiyana saat di wawancara di CNBC Indonesia TV, Jumat (23/11/2018).


Dia menyebutkan, untuk kebutuhan kereta cepat ini saja nilai transaksinya mencapai Rp 2,8 triliun dan akan dipenuhi oleh perusahaan baja milik pemerintah ini. Tak ada harga khusus yang diberikan oleh Krakatau Steel kepada perusahaan.

"Pricing itu subjek to market, jadi kalau kita bicara soal pricing itu tidak ada special price tapi subjek to market price jadi kita kompetitif, semua kita harus jaga dari masing-masing baik itu dari Krakatau Steel maupun di industri kita, sehingga tidak ada treatment satu dengan yang lain bahwa industri karya juga melakukan biding proses sehingga semua hasil produksi kita harus efisien," jelas dia.

Di luar kebutuhan kereta cepat, Tumiyana menyebutkan bahwa konsumsi baja yang dibutuhkan dalam proyek-proyek yang digarap oleh WIKA ini mencapai 200 ribu-230 ribu per tahunnya. Pemenuhan kebutuhan baja ini masih mengandalkan produksi di dalam negeri saja, artinya Wijaya Karya tak pernah mengimpor baja untuk pembangunan proyeknya.

"Kita selama ini tidak pernah melakukan impor baja, baja ini dipenuhi dari local content yang tidak memerlukan volume impor karena produksi kita di dalam negeri masih cukup," imbuh dia.

[Gambas:Video CNBC]


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading