CAD Jeblok, Darmin: Sejak Orde Baru Selalu Defisit

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 November 2018 10:08
Defisit CAD melebar jadi US$ 8,85 miliar atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) merilis neraca pembayaran Indonesia merilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2018. Hasilnya sejalan dengan ekspektasi, yaitu terjadi pemburukan. 

Bank Indonesia (BI) mencatat NPI kuartal III-2018 mengalami defisit US$ 4,39 miliar. Lebih dalam ketimbang kuartal sebelumnya yang juga minus US$ 4,31 miliar. Ini merupakan titik terendah sejak kuartal III-2015. NPI terdiri dari transaksi berjalan (current account) serta transaksi modal dan finansial. Pada kuartal II-2018, keduanya tekor. 

Salah satu yang jadi perhatian adalah transaksi berjalan, yang menggambarkan pasokan valas dari ekspor-impor barang dan jasa, mengalami defisit US$ 8,85 miliar atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini merupakan defisit terdalam sejak kuartal II-2014. 


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pun angkat suara perihal defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal III/2018 yang kembali membengkak. Dia menyebut bengkaknya CAD tidak hanya terjadi kali ini. Dikatakan, sejak RI merdeka, nyaris persoalan serupa terus berulang.

"Jangan lupa sejak merdeka kita selalu defisit. Kita belum pernah, mungkin beberapa kuartal tidak defisit. Tapi praktis paling tidak sejak orde baru lah, transaksi berjalan kita pada dasarnya defisit karena terlalu banyak produk yang kita tidak hasilkan, tapi kita perlu," tambahnya.

Produk yang dimaksud Darmin meliputi hasil - hasil untuk bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang modal. Untuk mengatasi hal itu, menurutnya memang perlu waktu.

"Kenapa tidak selalu ada kerisauan? Tergantung pasangan blok kedua dari neraca pembayaran, transaksi modal dan keuangan berapa. Selama sekian tahun terakhir sampai akhir 2017 surplus modal dan keuangan selalu bisa nutup. Kalau bisa nutup tidak masalah, malah kalau dia lebih, itu cadangan," urainya.

Di sisi lain, sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah beberapa waktu terakhir, dinilai belum berjalan efektif. "Artinya seperti B20 kan baru bulan pertama, efektifnya baru 70-an persen," imbuhnya.

Dengan begitu, kebijakan ini belum berdampak cukup terhadap defisit transaksi berjalan. Dia kembali menyinggung bahwa surplus pada kuartal II masih relatif rendah.

"Yang masalah kuartal II surplus cuma kecil karena modal keluar, bukan hanya deviden. Di saham maupun obligasi negara juga keluar. Tetapi beberapa Minggu terakhir dia mulai masuk. Saya belum tahu angka plus nya berapa tapi jelas lebih bagus dari bulan Agustus atau bulan bulan sebelumnya," tegasnya.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading