Diawasi Bursa, Saham Milik Crazy Rich Tahir Naik Lagi 24,49%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
25 October 2018 09:39
Diawasi Bursa, Saham Milik Crazy Rich Tahir Naik Lagi 24,49%
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO), perusahaan milik keluarga Tahir, pada perdagangan pagi ini kembali melesat. Kenaikan harga saham ini terjadi pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah.

Harga saham MPRO lagi-lagi naik hampir menyentuh batas atas auto rejection atau naik 24,49% ke level Rp 610/saham. Volume perdagangan saham mencapai 6,34 juta saham senilai Rp 3,69 miliar.

Artinya sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia, pada 9 Oktober 2018 harga saham MPRO sudah naik 454,55%. Kenaikan harga yang cukup signifikan dalam kurun waktu dua pekan perdagangan.
Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini sedang mencermati pergerakan harga saham ini. Pasalnya kenaikan harga yang signifikan tersebut dinilai tidak wajar (unusual market activity/UMA).


Bursa mengingatkan para investor diharapkan untuk mengamati penjelasan yang diberikan oleh perseroan atas permintaan bursa.

MPRO baru saja mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dan tercatat sebagai emiten ke-41 tahun ini. MPRO merupakan emiten yang bergerak di bidang pembangunan properti serta pengembang real estate.

Perseroan melepaskan 1,49 miliar saham dengan harga Rp 110 per unit saham. Dari aksi korporasi itu perusahaan memperoleh dana sebesar Rp 164,17 miliar. Sejak tercatat di Bursa harga saham MPRO sudah naik 345,45%.

MPRO merupakan perusahaan milik keluarga Tahir, di mana Jonathan Tahir tercatat memiliki 33,99% saham, lalu Dato' Sri Tahir memiliki 17% dan sejumlah anggota keluarga lainnya. Sementara publik memiliki 15,01% saham.

Perseroan didirikan pada 2004 dengan kegiatan utama perseroan dan perusahaan anak saat ini difokuskan untuk pembangunan dan pengembangan properti multiguna, yaitu apartemen, pusat bisnis dan perbelanjaan dan kawasan industri.

Beberapa proyek yang dikerjakan perseroan antara lain, The Khayangan di Solo, Simprug Signature di Jakarta Selatan, The Grand Maja di Banten, dan Tanjung Layar Beach Front di Makasar

Perseroan beserta anak perusahaan, memiliki land bank lebih dari 300 Ha, yang akan dibangun dan dikembangkan bagi properti yang diperuntukan untuk berbagai tujuan (mixed-used), yaitu apartemen, town house, gedung perkantoran, dan shop houses/retail (hps/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading