Penyebab Utang Pemerintah yang Naik Hingga Rp 4.363 T

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
21 September 2018 17:33
Penyebab Utang Pemerintah yang Naik Hingga Rp 4.363 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi utang pemerintah Indonesia hingga akhir Agustus 2018 mencapai Rp 4.363 triliun atau sekitar 30,3% dari produk domestik bruto (PDB).

Jumlah tersebut naik Rp 110 triliun dibandingkan posisi utang pemerintah pada Juli 2018 yang tercatat Rp 4.253 triliun, di mana pada saat itu rasio utang terhadap PDB mencapai 29,74%.

Pada Agustus 2017, total utang pemerintah pusat hanya tercatat sebesar Rp 3.825,79 triliun. Secara year on year utang membengkak hingga Rp 547,4 triliun.






Lantas, apa yang menjadi penyebab utama lonjakan utang pemerintah?

Dalam dokumen APBN KiTA, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (21/9/2018), kenaikan utang pemerintah salah satunya dikarenakan faktor eksternal seperti penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Terutama dolar AS, memengaruhi besaran total outstanding utang untuk bulan Agustus. Apabila ditilik lebih mendetail, posisi utang untuk SBN berdenominasi rupiah lebih besar dari SBN valuta asing," bunyi kutipan dalam dokumen APBN KiTa.

"Dengan demikian, risiko fluktuasi nilai rupiah terhadap posisi utang pemerintah dapat diminimalkan," demikian lanjutan kutipan tersebut.

Sementara di sisi lain, sukuk juga mengalami kenaikan karena semakin banyaknya penyelenggara negara yang melihat potensi dan menggunakan sukuk sebagai salah satu sumber pembiayaan.

"Hal ini mendorong peningkatan jumlah SBN secara signifikkan," katanya.

Selain faktor eksternal, pertumbuhan utang pemerintah pun juga disebabkan oleh strategi front loading. Strategi ini memang harus dilakukan, agar beban utang dapat semakin minimal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyadari bahwa rasio utang pemerintah terus meningkat. Namun, bendahara negara akan terus menjaga rasio utang pemerintah tetap berada dalam koridornya.

"Kami akan tetap jaga disekitar itu. Dari sisi APBN, defisit menurun, primary balance di akhir Agustus itu menggambarkan respons kehati-hatian," tegas Sri Mulyani.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading